Serba serbi backup

Backup Dilihat dari cara membackup ada 3 cara :

1. Full backup, bakcup keseluruhan data

2. Differential backup, membakup data yang telah mengalami perubahan

3.incremental backup, membakup file-file data yang mengalami perubahan dari proses Full backup dan differential backup.

macam-macam strategi backup.

Strategi Father/son

Strategi siklus ten-tape

Strategi granfather/father/son

Strategi incremental rotation

Strategi tower of honey tar,gz, dan bz2 Yang merupakan program standart untuk file bakup di *nix.

beberapa opsi yang ada:

-A menambah sebuah file tar ke file tar yang lain,

-c membuat file arsi baru,

-d meliha perbedaan antara file arsip dan file disistem –delete menghapus dari file arsip,

tidak bisa dipakai untuk file tar yang disimpan di dalam tape.

-r menambah file di akhir file tar

-t melihat daftar isi sebuah file tar

-u update file yang lebih baru yang ada di file arsip

-x menguraikan file arsip opsi tambahan

-C pindah direktori

-g melihat daftar file incremental backup

-j untuk bz2 -M membuat, menguraikan dan melihat daftar file arsip yang terpisah –remove-file hapus file dari file sistem setelah i arsip

-W file akan di ferifikasi setelah selesai

-z kompresi dan dekompresi contoh:

#tar -czvf bakup.tar.gz /home

#tar -cjvf backup.tar.bz2 /home -C /var/www/html

#tar -cjvf /tmp/u01.tar.bz2 /u01 perintah ini akan merangkum isi direktori /u01 kedalam arsip bernama u01.tar.

kemudian mengcompress lagi ukuran dari file u01.tar dengan metode bz2 kedalam file u01.tar.bz2

 

cpio

cpio mempunyai tiga modus operasi

1.modus copy-ut cipo akan menyalin file-file arsip.

Dalam modus ini cpio akan membaca daftar file satu persatu dari standar inout dan akan menulis arsip ke standar ouput,

2.Modus copy-in cpio akan menyalin file-file ddari arsip ke file sistem atau menampilkan daftar file dari arsip.

Arsip dibaca dari standar input.

3.Modus copy-pass cpio akan menyalin sebuah struktur direktori yang lain. Dalam modus ini cpio menyatukan proses copy-out dan copy in dalam satu perintah tanpa memakai file arsip sama sekali .

sebahgian opsi dari cpio:

-o create (menjalankan modus copy-out)

-i extract (menjalankan modus copy-in)

-p pass-trough (menjalankan modus copy-pass) mengkopi struktur dir secara komplit

-I mengunakan arsip alih2 mengunakan standart input

-F Archive nama archive yang akan di bongkar

-t menampilkan dgn

-i file archieve -u overwrite data yg sudah ada. contoh:

#find data/ -print -name data*|cpio -o > data.cpio untuk melihat data yang sudah terarsip

#cpio -i -t < data.cpio mengurai file2 dengan nama file yang mengandung kata linux dan sekaligus memuat

direktori jika dir tsb tidak ada

#cpio -i -v –make-directories *Linux* < ../ppdt.cpio Untuk memeriksa data2 mana direktori bisa mengunanakan perintah tsb.

#cpio -itF home.cpio Untuk emmbongkar archieve:

#cpio -iF home.cpio Untuk mengextrak satu2 data sama dengan proses tar

#cpio -iF home.cpio myfile.txt contoh lain:

#ls -l | cpio -ov > directory.cpio mengambil semua file yang ada di current direktori, kemudian akan membentuk

sebuah archive tree.cpio

#find . -print -depth | cpio -ov > tree.cpio mengambil file archive fayyad.cpio dan meletekanya di curent direktori.

# cpio -iv < fayyad.cpio mengambil isi dari arsip tree.cpio dan di uraikan di current direktori.

#cpio -idv < tree.cpio ““`

# find . -depth -print0 | cpio –null -pvd new-dir

rsync

rsync mengunakan protokol yang disebut dengan rsync remote update protokol. protokol ini mampu mengirim

perbedaan dua file yang sama tetapi di komputer yang berbeda dalam satu jaringan. beberapa opsi rsync -v

menyampaikan informasi lebih detail ketika proses tranfer

-a menyalin eluruh data secara recursive dan mempertahankan semua atribut

-r menyalin data secara recursive

-R path yang dipakai di sisi pengirim akan dipakai juga sisi penerima

-u tidak akan menyalin file jika tujuansudah terdapat file yang sama

-p mempertahankan hak akses tujuan

-o mempertahankan kepemilikan file tujuan

-g mempertahankan kepemilikan group file tujuan

–delete menghapus file di sisi tujuan yang sudah tidak terdapat di sisi pengirim

-e mengunakan program shell alternatif untuk proses standart

-z rsync akan memadatkan file sebelum dikirim ke komputer tujuan

contoh:

rsync -r -R test/ /tmp/ menyalin direktori test ke /tmp

#rsync –rsh=”ssh” test very@192.168.1.23:/home/very menyalin ke komputer lain

#rsync - r -R rsync://fayyad@192.168.1.32/squid /tmp menyalin modul squid dari mesin 192.168.1.32 ke direktori tmp

cp -a /sumber/* /tujuan/ ->sama dengan-> rsync -av /sumber/ /tujuan/ Perbedaan akan terasa,

jika melakukan perubahan/penambahan isi direktori /sumber/. Perintah “cp” akan menyalin ulang SEMUA berkas,

namun “rsync” lebih cepat karena hanya akan menyalin berkas yang ditambah/diubah.

Apa bila ingin menghapus berkas di /tujuan/ yang tidak ada di /sumber/, gunakan:

#rsync -av –delete /sumber/ /tujuan/ Jika penghapusan hanya boleh setelah penyalinan sukses:

rsync -av –delete –delete-after /sumber/ /tujuan/ Terkadang ada berkas yang kita tidak ingin salin (umpama *.bak):

rsync -av –exclude ‘*.bak’ /sumber/ /tujuan/ Melihat daftar modul yang tersedia pada situs nurulfikri.org:

rsync nurulfikri.org Untuk menyalin isi direktori ke tujuan

rsync -av –delete nurulfikri.org::ppsdms.org/data/ /tujuan/

# mounting dan memutar balik tape :

[root@kenshin]# mt -f /dev/rmt/2m rew

# buat arsipnya : [root@kenshin]# tar -cvf /dev/rmt/2m /u01/*

# merestore arsipnya : [root@kenshin

]# tar -xvf /dev/rmt/2m

dd perintah dd ini sangat mirip penggunaannya dengan tar :

# mounting dan memutar balik tap.

[root]# mt -f /dev/rmt/2m rew # buat arsip :

[root]# dd if=/u01/* of=/dev/rmt/2m bs=32k

# merestore arsipnya : [root]# dd if=/dev/rmt/2m of=/u01/ bs=32k



Linux Dalam Satu Disket

Semester kemaren ada anak yang biki ta linux dalam satu disket, ternyata menarik juga. Rasanya ingin juga mencoba sendiri bikin yang satu ini. Kebetulan juga saya ketemu blog yang sudah membahas hal ini http://amigm.blogdpot.com/2005_09_01_amigm_archive.html , semoga berhasil nih