Monitoring Network Latency With Smokeping

Posted: 14th October 2010 by efrizal in Uncategorized
Tags:
Comments Off

SmokePing adalah alat ukur yang dapat mengukur dengan baik network latency, dapat mengukur menyimpanhttp://efrizalzaida.blog.com/wp-admin/edit.php dan menampilkan. Distribusi latency dan packet loss SmokePing menggunakan RRDTool untuk mempertahankan data jangka panjang-toko dan menggambar grafik cantik, memberikan sampaimenit informasi tentang status dari setiap koneksi jaringan.
Untuk menampilkan latency kita perlu web server.Jika Anda menggunakan vhost yang berbeda, Anda mungkin harus menyesuaikan pengaturannya atau menyalin script smokeping.cgi dari / usr / lib / cgi-bin / smokeping.cgi ke lokasi yang sesuai.
Karena kita akan menginstall beberapa aplikasi maka anda harus sebagai root.

1. instalasi Smokeping

root@efrizal-desktop:/# aptitude install smokeping curl libauthen-radius-perl libnet-ldap-perl libnet-dns-perl libio-socket-ssl-perl libnet-telnet-perl libsocket6-perl libio-socket-inet6-perl apache2
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
Initializing package states... Done
Writing extended state information... Done
The following NEW packages will be installed:
curl echoping{a} fping{a} javascript-common{a} libauthen-radius-perl
libconfig-grammar-perl{a} libconvert-asn1-perl{a} libio-socket-inet6-perl
libio-socket-ssl-perl libjs-cropper{a} libjs-prototype{a}
libjs-scriptaculous{a} libnet-ldap-perl libnet-libidn-perl{a}
libnet-ssleay-perl{a} libnet-telnet-perl librrd4{a} librrds-perl{a}
libsnmp-session-perl{a} libsocket6-perl smokeping speedy-cgi-perl{a}
ttf-dejavu{a} ttf-dejavu-extra{a} wwwconfig-common{a}
The following packages will be upgraded:
apache2 apache2-mpm-worker apache2.2-bin apache2.2-common libssl0.9.8
5 packages upgraded, 25 newly installed, 0 to remove and 322 not upgraded.
Need to get 11.6MB of archives. After unpacking 15.2MB will be used.
Do you want to continue? [Y/n/?] y
Writing extended state information... Done
Get:1 http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ lucid-updates/main libssl0.9.8 0.9.8k-7ubuntu8.3 [3,013kB]

2. Konfigurasi Smokeping

Konfigurasi Smokeping ada dalam file / etc / smokeping / config. File ini hanya berisi beberapa file lainnya dari direktori / etc / smokeping / config.d jadi kita harus memodifikasi file-file ini. Pertama kita memodifikasi / etc / smokeping / config.d / Umum. Dalam file ini, Anda menemukan beberapa setting email dan URL dari antarmuka web Smokeping. Ubah mereka seperti berikut:

root@efrizal-desktop:/#vim.tiny /etc/smokeping/config.d/General
** General ***
@include /etc/smokeping/config.d/pathnames
# Please edit this to suit your installation
owner = efrizal
contact = efriza@fery.ok
cgiurl = http://www.fery.ok/cgi-bin/smokeping.cgi
mailhost = mail.fery.ok
# specify this to get syslog logging
syslogfacility = local0
# each probe is now run in its own process
# disable this to revert to the old behaviour
# concurrentprobes = no

Pastikan bahwa mailhost berisi MX utama untuk domain email anda.
Buka file /etc/smokeping/config.d/Alerts, dan atur dengan benar ke alamat

root@efrizal-desktop:/#vim.tiny /etc/smokeping/config.d/Alerts

+someloss** Alerts ***
to = efrizal@fery.ok
from = fery@fery.ok

+bigloss
type = loss
# in percent
pattern = ==0%,==0%,==0%,==0%,>0%,>0%,>0%
comment = suddenly there is packet loss
type = loss
# in percent
pattern = >0%,*12*,>0%,*12*,>0%
comment = loss 3 times in a row

+startloss
type = loss
# in percent
pattern = ==S,>0%,>0%,>0%
comment = loss at startup

+rttdetect
type = rtt
# in milli seconds
pattern = <10,<10,<10,<10,<10,100,>100,>100
comment = routing messed up again ?

Selanjutnya buka /etc/smokeping/config.d/Targets. Dalam file ini, Anda menemukan baris komentar:
[..]
menu = Top
title = Network Latency Grapher
remark = Welcome to the SmokePing website of 'A poorly \
mantained site running Debian.'

[..]

Kita sekarang akan melakukan konfigurasi dasar untuk mengukur latency jaringan ke server tertentu di berbagai negara (misalnya indonesia Jerman, Inggris, Amerika Serikat).
1. Open /etc/smokeping/config.d/Targets
*** Targets ***
probe = FPing
## You have to edit and uncomment all what you want below this.
# Please, refer to smokeping_config man page for more info
# The given adresses aren't real to avoid DoS.
menu = Top
title = Network Latency Grapher
remark = Welcome to the SmokePing website of 'A poorly \
mantained site running Debian.'
+ Local
menu = Local
title = Local Network
++ LocalMachine
menu = Local Machine
title = This host
host = localhost

Kemudian tambahkan baris berikut:
++ Europe
menu = Europe
title =European Connectivity
+++ Germany
menu = Germany
title = German Connectivity
alerts = bigloss,someloss,startloss
++++ Heise
menu = Heise
title = Heise
host = www.heise.de
+++ UK
menu = United Kingdom
title = United Kingdom
++ USA
menu = North America
title =North American Connectivity
+++ INA
menu = Jakarta
title = Indonesia
host = efrizal.blog.com

Kemudian jalankan service smokeping:
root@efrizal-desktop:/tmp# /etc/init.d/smokeping restart
* Shutting down latency logger daemon Smokeping [ OK ]
* Starting latency logger daemon smokeping [ OK ]
root@efrizal-desktop:/tmp#

Selanjutnya buka browser, lalu akses smokeping lewat browser anda dengan mengetian http://www.example.com/cgi-bin/smokeping.cgi atau http://192.168.1.55/cgi-bin/smokeping.cgi seperti gambar berikut

login smokeeping

Setelah beberapa menit Anda akan melihat grafik pertama. Ini adalah bagaimana latency terlihat localhost (yang dikonfigurasi secara default di /etc/ smokeping/config.d /Targets.
grafik smokeing
Dari hasil diatas berarti kita sudah berhasil mengkonfigurasi smokeping. Tetapi akan lebih baik jika kita bisa melakukan beberapa tes lain juga (misalnya mengukur seberapa cepat suatu server DNS menyelesaikan sebuah domain atau mengukur latency HTTP). Untuk itu harus konfigurasi file /etc/smokeping/config.d/Probe dan tambahkan bagian berikut.

root#vim.tiny /etc/smokeping/config.d/Probe
[..]
+ DNS
binary = /usr/bin/dig
lookup = domain-to-lookup.com
pings = 5
step = 180
+ Curl
# probe-specific variables
binary = /usr/bin/curl
step = 60
# a default for this target-specific variable
urlformat = http://%host%/

Pada konfigurasi diatas bisa anda lihat,kita telah menambahkan tes untuk DNS (lookup baris harus berisi domain / hostname server yang anda inginkan (yang kita masih harus mengkonfigurasi di Smokeping) untuk mencari) dan HTTP / FTP (menggunakan Curl).

root#vim.tiny /etc/smokeping/config.d/Targets
+ services
menu = Service Latency
title = Service Latency (DNS, HTTP)
++ DNS
probe = DNS
menu = DNS Latency
title = DNS Latency
+++ dns1
host = ns1.fery.ok
+++ dns2
host = ns2.fery.ok
++ HTTP
probe = Curl
menu = HTTP Latency
title = HTTP Latency
+++ server1
menu = server1
title = HTTP Latency for server1
host = fery.ok
+++ server2
menu = server2
title = HTTP Latency for server2
host = fery.ok

smokeping advance

xss / Cross Site Scripting

Posted: 22nd September 2010 by efrizal in 1
Tags:
Comments Off

xss adalah sebuah metode penyerangan terhadap situs web. Penyerangan ini bisa dilakukan lewat email, cookies user, dan pengiriman link lewat browser. Dengan menggunakan teknik ini, penyerang bisa mengambil hak privileges dari user yang mengakses URL tersebut, melihat hasil dan mengeksploitasi pada sistem target. Script yang sering disuntikkan dalm bentuk JavaScript, VBScript, ActiveX, HTML, atau Flash. Script tersebut biasa disimpan permanen dalam server target, seperti dalam database, dalam forum pesan, log pengunjung, isian komentar, dll. Korban kemudian mengambil script berbahaya dari server tanpa disadari ketika pengambilan informasi.

Berikut gambaran cara penyerangan xss dilakukan (gamba ini di ambil dari ibm)
1. Penyerangan xss lewat email
gambar xss dengan email

2. Serangan xss lewat cookies
gambar penyerangan xss lewat cookies

3. serangan dengan pengiriman permintaan yang tidak sah.
gambar permintaan yang tidak sah

lebih jelasnya lihat presentasi video berikut:

Oracle di Ubuntu 10.04 lucid

Posted: 16th August 2010 by efrizal in 1
Tags:

Oracle adalah sebuah relational database manajemen sistem ((RDBMS). Platform database Oracle adalah DBMS berbasis SQL pertama yang tersedia secara komersial, dan merupakan pilihan yang cocok untuk aplikasi besar dengan database terdistribusi. Karena oracle merupakan database yang besar perlu diperhatikan untuk menginstalnya membutuhkan resource yang cukup tinggi, seperi memori dan kapasitas hardik anda.
Sebelum kita melakukan install oracle pertama-mata kita seting dulu jaringan yang berada pada file /etc/network/interfaces
#vim.tiny /etc/network/interfaces
auto lo
iface lo inet loopback

auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.59
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1

auto eth0:0
iface eth0:0 inet static
address 192.168.1.50
netmask 255.255.255.0

Kemudian tambahkan pada file /etc/hosts seperti berikut:
#vim.tiny /etc/hosts
127.0.0.1 localhost.localdomain localhost
192.168.1.50 oracle

Kemudian rubah nama komputer menjadi oracle
#vim.tiny /etc/hostname
oracle

Selanjutnya kita perlu menambahkan repository oracle ke file /etc/apt/source.list agar instalasi berjalan baik.
#echo "deb http://oss.oracle.com/debian unstable main non-free" >> /etc/apt/source.list

Instalasi kunci GPG XE oracle memastikan bahwa Anda akan mendapatkan paket Oracle diverifikasi perangkat lunak dari apt. berikut perintah untuk mengimpor kunci
#wget http://oss.oracle.com/el4/RPM-GPG-KEY-oracle -O- | apt-key add -

Kemudian lakukan perintah
#apt-get update
#apt-get upgrade

Dilanjutkan dengan menginstall oralcel-xe
#apt-get install oracle-xe
Dilanjutkan dengan mengkonfigurasi oracle dengan perintah berikut:
#/etc/init.d/oracle-xe configure

lakukan pengecekan port oracle 1521, seperti berkut:
#netstat -tanp | grep 1521

Kalau port tersebut sudah ada berarti oracle sudah berjalan si sistem anda, sekarang mari kita coab melihatnya lewat browser yang anda miliki, pastikan sebelumnya web server anda sudah berjalan. Ketikan localhost:8080
selamat mencoba.

LDAP3 di ubuntu 10.04 lucid

Posted: 16th July 2010 by efrizal in 1
Tags:
Comments Off

Konfigurasi LDAP3 sedikit berbeda dngan versi sebelumnya, ada beberapa letak konfigurasi dirubah. Berikut tahapan instalasi dan konfigurasi ldap.

Instalasi LDAP Server

Untuk melakukan instalasi LDAP Server maka jalankan perintah berikut :

root@efrizal:~#apt-get install slapd ldap-utils

Kemudian masuk kedalam direktori ldap.

root@efrizal:~#cd /etc/ldap

Menambahkan skema yang Anda inginkan / butuhkan karena hanya skema inti akan ditambahkan secara default, seperti perintah berikut:

root@efrizal:~#ldapadd -Y EXTERNAL -H ldapi:/// -f /etc/ldap/schema/cosine.ldif
root@efrizal:~#ldapadd -Y EXTERNAL -H ldapi:/// -f /etc/ldap/schema/inetorgperson.ldif
root@efrizal:~#ldapadd -Y EXTERNAL -H ldapi:/// -f /etc/ldap/schema/nis.ldif

Load modul backend database dan membuat database. Buat file bernama db.ldif dan paste teks di bawah ini untuk itu:

root@efrizal:~#vim.tiny db.ldif

kemudian isikan dengan konfigurasi berikut:

# Load dynamic backend modules
dn: cn=module{0},cn=config
objectClass: olcModuleList
cn: module
olcModulepath: /usr/lib/ldap
olcModuleload: {0}back_hdb

# Create the database
dn: olcDatabase={1}hdb,cn=config
objectClass: olcDatabaseConfig
objectClass: olcHdbConfig
olcDatabase: {1}hdb
olcDbDirectory: /var/lib/ldap
olcSuffix: dc=depkominfo,dc=go,dc=id
olcRootDN: cn=admin,dc=efrizal,dc=ok
olcRootPW: rahasia
olcDbConfig: {0}set_cachesize 0 2097152 0
olcDbConfig: {1}set_lk_max_objects 1500
olcDbConfig: {2}set_lk_max_locks 1500
olcDbConfig: {3}set_lk_max_lockers 1500
olcLastMod: TRUE
olcDbCheckpoint: 512 30
olcDbIndex: uid pres,eq
olcDbIndex: cn,sn,mail pres,eq,approx,sub
olcDbIndex: objectClass eq

Simpan file db.ldif dan lakukan perintah berikut ini untuk memuat modul dan menginisialisasi database:

root@efrizal:~#ldapadd -Y EXTERNAL -H ldapi:/// -f db.ldif

Harap diperhatikan pada bagian olcRootPW ini: rahasia yang menetapkan RootPW dengan password rahasia. Silahkan ganti dengan password anda.
Jika ingin menukar password ldap dengan yang di enkripsi bisa dengan mengunakan perintah slappasswd, seperti berikut:

Kemudian buat sebuah file benama efrizal.ldif, yang berisi:

root@efrizal:~#vim.tiny efrizal.ldif
# Create top-level object in domain
dn: dc=efrizal,dc=ok
objectClass: top
objectClass: dcObject
objectclass: organization
o: efrizal Organization
dc: efrizal
description: LDAP Example
# Admin user.
dn: cn=admin,dc=efrizal,dc=ok
objectClass: simpleSecurityObject
objectClass: organizationalRole
cn: admin
description: LDAP administrator
userPassword: secret
dn: ou=people,dc=efrizal,dc=ok
objectClass: organizationalUnit
ou: people
dn: ou=groups,dc=efrizaldcdc=ok
objectClass: organizationalUnit
ou: groups
dn: uid=john,ou=people,dc=efrizal,dc=ok
objectClass: inetOrgPerson
objectClass: posixAccount
objectClass: shadowAccount
uid: efrizal
sn: zaida
givenName: efrizal
cn: John zaida
displayName: efrizal zaida
uidNumber: 1000
gidNumber: 1000
userPassword: password
gecos: John Doe
loginShell: /bin/bash
homeDirectory: /home/efrizal
shadowExpire: -1
shadowFlag: 0
shadowWarning: 7
shadowMin: 8
shadowMax: 999999
shadowLastChange: 10877
mail: efrizal@efrizal.ok
postalCode: 31000
l: Toulouse
o: efrizal
mobile: +33 (0)6 xx xx xx xx
homePhone: +33 (0)5 xx xx xx xx
title: System Administrator
postalAddress:
initials: JD
dn: cn=admin,ou=groups,dc=efrizal,dc=ok
objectClass: posixGroup
cn: depkominfo
gidNumber: 1000

Kemudian masukan file kominfo.ldif ke database dengan perintah:

root@efrizal:~#ldapadd -Y EXTERNAL -H ldapi:/// -f efrizal.ldif

Kemudian cek kebenaran penambahan data yang telah dilakukan dengan perintah berikut:

root@efrizal:/#ldapsearch-xLLL -b "dc=efrizal,dc=ok" uid=efrizal sn giveName cn
dn: uid=efrizal,ou=people,dc=efrizaldc=ok
sn: zaida
cn: efrizal zaida

Menambahkan skema tambahan untuk slapd membutuhkan skema yang akan dikonversi ke format LDIF. File skema teletak di /etc/ldap/schema direktori berisi beberapa skema file telah dikonversi ke format LDIF seperti ditunjukkan di bagian sebelumnya. Untungnya, program slapd dapat digunakan untuk mengotomatisasi konversi. Contoh berikut akan menambahkan dyngoup.schema ini:

1.Buat file yang akan mendefenisikan letak keseluruhan file skema.

root@mail:/# vim.tiny contoh.conf
include /etc/ldap/schema/core.schema
include /etc/ldap/schema/collective.schema
include /etc/ldap/schema/corba.schema
include /etc/ldap/schema/cosine.schema
include /etc/ldap/schema/duaconf.schema
include /etc/ldap/schema/dyngroup.schema
include /etc/ldap/schema/inetorgperson.schema
include /etc/ldap/schema/java.schema
include /etc/ldap/schema/misc.schema
include /etc/ldap/schema/nis.schema
include /etc/ldap/schema/openldap.schema
include /etc/ldap/schema/ppolicy.schema
include /etc/ldap/schema/pgp-keyserver.schema
include /etc/ldap/schema/pgp-recon.schema
include /etc/ldap/schema/pgp-remte-prefs.schema

2.Membuat direktori sementara pada direktori tmp

root@efrizal:/# mkdir /tmp/ldif_out

3.Lakukan perintah slapcat untuk konversi file schema ke ldif.

root@efrizal:/# slapcat -f skema.conf -F /tmp/ldif_out -n0 -s "cn={5}dyngroup,cn=schema,cn=config" > /tmp/cn=dyngroup.ldif
root@mail:/#

4.Edit file yang ada di direktori sementara, seperti berikut

root@mail:/# vim.tiny /tmp/cn\=dyngroup.ldif
dn: cn=dyngroup,cn=schema,cn=config
...
cn: dyngroup

Kemudian hapus beberapa baris paling bawah file, seperti berikut.

structuralObjectClass: olcSchemaConfig
entryUUID: 10dae0ea-0760-102d-80d3-f9366b7f7757
creatorsName: cn=config
createTimestamp: 20080826021140Z
entryCSN: 20080826021140.791425Z#000000#000#000000
modifiersName: cn=config
modifyTimestamp: 20080826021140Z

5.Langkah terakhir adalah menambahkan skema baru dengan perintah ldapadd, seperti berikut ini.

root@mail:/# ldapadd -Y EXTERNAL -H ldapi:/// -f /tmp/cn\=dyngroup.ldif
SASL/EXTERNAL authentication started
SASL username: gidNumber=0+uidNumber=0,cn=peercred,cn=external,cn=auth
SASL SSF: 0
adding new entry "cn=dyngroup,cn=schema,cn=config"

selamat mencoba.

Zenoss instalasi dan konfigurasi

Posted: 25th June 2010 by efrizal in 1
Tags:
Comments Off

Zenoss dirancang dari awal untuk memberi Anda pengalaman, berbeda Unlegacy yang memungkinkan Anda untuk memaksimalkan investasi Anda di virtualisasi. Zenoss menyatukan dan meningkatkan pemantauan layanan TI untuk aplikasi kunci dan jasa bisnis di seluruh data center fisik,cloud-based dynamic datacenter.

Paket aplikasi zennos terdapat untuk beberapa distro, paketnya aplikasi ini bisa didownload dalam bentuk rpm, deb serta tarball. Silahkan download di http://zenoss.com/download

Setelah anda download mari kita lakukan instalasi, pada kalai ini kita coba dengan mengunakan RHL5/centos5. Ikuti langkah-langkah berikut:
1. instalasi dulu paket mysql-server net-snmp net-snmp-utils gmp libgomp libgcj liberation-fonts. Bisa dlakukan dengan perintah Yellowdog Updater
#yum -y install mysql-server net-snmp net-snmp-utils gmp libgomp libgcj liberation-fonts

2. Jalankan service mysql serta passwordnya seperti langkah berikut:

#service mysqld restart
# mysqladmin -u root password ”
# mysqladmin -u root -h Nama_Server password ”

awalnya, MySQL password harus kosong sehingga Zenoss dapat membuat database. Setelah Anda menginstal dan mulai Zenoss, Anda dapat mengubah password ini.

3. Sekarang kita instalasi paket zennos.
#rpm -ivh zenoss-2.5.2.el5.i386.rpm

4.Jika instalasi berjalan lancar sekarang anda jalankan service zenoss
#service zenoss restart
Untuk bisa zenoss berjalan sebagaimana mestinya ada beberapa port yang sudah harus terbuka.
8080 HTTP Inbound Zenoss Web interface
514 UDP Inbound syslog
162 UDP Inbound SNMP Traps

Setelah selesai instalasi, sekarang masuk ke admiistrasi dengan lewat web http://domain.com:8080. Kemudian akan akan muncul halaman setup zenoss.

Virtual Private Server ( VPS) dengan OpenVZ

Posted: 11th June 2010 by efrizal in 1
Tags:

OpenVZ
OpenVZ adalah sebuah otomasi server lengkap dan solusi virtualisasi yang dikembangkan oleh Swsoft. OpenVZ menciptakan berbagai Virtual Private Server (VPSs) yang terisolasi pada satu server fisik, berbagi perangkat keras dan manajemen pengunaa dengan efisiensi maksimum. Setiap VPSs melakukan dan mengeksekusi persis seperti yang server yang berdiri sendiri, untuk para pengguna dan aplikasi dapat reboot independen dan memiliki akses root, user, alamat IP, memori, proses, file, aplikasi, sistem perpustakaan, dan file konfigurasi. Kelebihan dari desain efisien OpenVZ membuatnya menjadi virtualisasi pilihan yang tepat untuk server produksi dengan live aplikasi dan live data .
Kemampuan VPS OpenVZ adalah:
   Dynamic Real-time Partitioning – Partisi sebuah server fisik ke puluhan VPS, masing-masing denganfungsi server penuh.
 Resource Management – Menetapkan dan mengontrol sumber daya dan parameter VPSserta kembali mengalokasikan sumber daya secara real-time.
 Mass Management – Mengatur banyak server fisik dan Virtual Private Server dalam
  satu cara.

OpenVZ memberikan solusi yang komprehensif untuk Hosting Service Provider yang memungkinkan mereka untuk:

Memiliki ratusan pelanggan dengan masing-masing fitur lengkap virtual private server
   (Virtual Private Server) berbagi satu server fisik.
 Memberikan setiap pelanggan dengan jaminan Quality of Service.
 Transparan memindahkan pelanggan dan lingkungan mereka antara server, tanpa
   konfigurasi manual ulang.

Jika Anda mengelola sejumlah dedicated server Linux dalam suatu perusahaan, yang masing-masing berjalan layanan tertentu, Anda dapat menggunakan OpenVZ untuk mengkonsolidasikan semua server ini ke satu komputer tanpa kehilangan sedikit informasi berharga dan tanpa mengurangi performa. Virtual Private Server berperilaku seperti server yang berdiri sendiri dimana :
Setiap VPS memiliki proses sendiri, pengguna, file dan menyediakan akses shell penuh untuk root.
Setiap VPS memiliki alamat IP sendiri, nomor port, penyaringan dan aturan routing sendiri.
Setiap VPS dapat memiliki konfigurasi sendiri untuk sistem beserta aplikasperangkat lunak sendiri, dan versi sendiri sistem terhadap perpustakaan. Dimungkinkan untuk menginstal atau menyesuaikan perangkat lunak  paket di dalam VPS independen dari VPS lain atau sistem host. Multiple distribusi dari sebuah paket dapat dijalankan sendiri atau pada linux yang sama.

2.1 Memahami Template OpenVZ
Template OS di OpenVZ pada dasarnya merupakan kumpulan paket dari beberapa distribusi Linux yang digunakan untuk mengisi satu atau lebih VPS. Dengan OpenVZ, distribusi yang berbeda dapat bersama-sama ada di satu hardware, sehingga beberapa OS template yang tersedia. Template OS terdiri dari sistem program, perpustakaan, dan skrip yang dibutuhkan untuk boot dan menjalankan sistem (VPS), serta beberapa sangat dasar dan utilitas aplikasi. Aplikasi seperti compiler dan SQL server biasanya tidak dimasukkan ke dalam template OS.

Metadata
Template metadata adalah informasi tentang template OS tertentu. Berisi:
Daftar paket-paket yang disertakan dalam template ini (dalam bentuk nama-nama paket).
Lokasi (jaringan) paket repositori.
Distribusi skrip harus dijalankan pada berbagai tahap template  instalasi.
Kunci GPG publik (s) yang diperlukan untuk memeriksa tanda tangan paket.

Semua informasi ini terkandung dalam beberapa file yang diinstal ke dalam /vz/template/OSname / OSrelease/config/ direktori.

Template metadata menyediakan informasi yang cukup untuk menbuat sebuah OS template. Selama OS proses pembuatan template, file paket yang diperlukan di-download dari repositori jaringan ke
hardware dan diinstal ke VPS sementara, yang kemudian dikemas ke dalam gzip atau tarbal disebut cache template.
Template cache digunakan pada dasarnya untuk mempercepat proses VPS pada saat pra-pembuatan VPS, sehingga semua yang diperlukan untuk membuat VPS terdapat pada file ini. File cache template disimpan dalam /vz/template/ cache/direktori.

2.2 Instalasi OpenVZ
Standar pengunaan hardware untuk intalasi OpenVZ:
Intel Celeron, Pentium II, Pentium III, Pentium 4, Intel Xeon, atau AMD Athlon.
Setidaknya 128 MB RAM.
Space Hard disk minimal 4 G.
Kartu jaringan .

Untuk instalasi disarankan anda membuat tiga partisi yaitu / ,swap dan /vz. Perhatikan gambar berikut:
Selanjutnya akan di tampilkan, partisi yang kan anda bagi. Silahkan pilih new partition lalu pilih file system yang digunakan. Pada bagian file system disarankan anda mengunakan file system ext3. Kemudian anda tentukan besar space partisi yang akan dialokasikan. Sehingga hasilnya akan tampak seperti gambar berikut:

Kemudian lanjutkan instalasi seperti instalasi biasa yang anda lakukan untuk distro centos. Setelah instalasi selesai sekarang kita perlu mendownload aplikasi yang mendukung virual private server OpenVZ.
Cara pertama anda bisa mendownload paket-paket OpenVZ dengan merubah repository distro anda. Ganti repositori yang ada dengan repositori baru, anda bisa memilih sesuai dengan distro yang digunakan ataupun sekaligus anda letakan di repositori:

[openvz-utils]
name=OpenVZ utilities
#baseurl=http://download.openvz.org/current/
mirrorlist=http://download.openvz.org/mirrors-current
enabled=1
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ

# In addition to openvz-utils repo, you have to enable one the the
# kernel repositories below. In the stock config, openvz-kernel-rhel5
# is enabled; you might want to change this.

[openvz-kernel-2.6.27]
name=OpenVZ 2.6.27 kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/2.6.27/current
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-2.6.27
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ

[openvz-kernel-2.6.26]
name=OpenVZ 2.6.26 kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/2.6.26/current
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-2.6.26
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ

[openvz-kernel-2.6.24]
name=OpenVZ 2.6.24 kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/2.6.24/current
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-2.6.24
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ

[openvz-kernel-2.6.22]
name=OpenVZ 2.6.22 kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/2.6.22/current
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-2.6.22
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ

[openvz-kernel-2.6.20]
name=OpenVZ 2.6.20 kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/2.6.20/current
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-2.6.20
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ

[openvz-kernel-rhel5]
name=OpenVZ RHEL5-based kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/rhel5-2.6.18/current/
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-rhel5-2.6.18
enabled=1
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ

[openvz-kernel-2.6.18]
name=OpenVZ 2.6.18 kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/2.6.18/current
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-2.6.18
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ

[openvz-kernel-2.6.16]
name=OpenVZ 2.6.16 kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/2.6.16/current
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-2.6.16
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ

[openvz-kernel-rhel4]
name=OpenVZ RHEL4-based kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/rhel4-2.6.9/current/
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-rhel4-2.6.9
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ

[openvz-kernel-2.6.8]
name=OpenVZ 2.6.8 kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/2.6.8/current
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-2.6.8
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ

Jika ingin mendownload paket rpm atau tarbal ke situs dari http://openvz.org/download/kernel/. Anda hanya perlu satu kernel RPM, jadi silakan memilih
biner kernel yang sesuai, tergantung pada hardware anda:
Jika ada lebih dari satu CPU tersedia pada Node Hardware Anda ,pilih vzkernel-smp RPM.
Jika ada lebih dari 4 Gb RAM yang tersedia, pilih vzkernel-enterprise RPM.
Jika tidak, pilih kernel Uniprocessor RPM (vzkernel-version).

Berikutnya, Anda akan menginstal RPM kernel pilihan anda dengan melakukan perintah berikut:

# rpm-ihv ovzkernel-2.6.18-164.el5.028stabl066.10.i686.rpm

Konfigurasi Bootloader
Apabila Anda menggunakan loader GRUB, maka grub anda akan dikonfigurasi secara otomatis. Anda sebaiknya anda yakinkan bahwa baris berikut terdapat pada / boot / grub / grub.conf :

title CentOS (2.6.18-164.2.1.el5.028stab066.10)
root (hd0,1)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.18-164.2.1.el5.028stab066.10 ro root=LABEL=/ rhgb quiet

Sebaiknya anda rubah titile menjadi:

title OpenVZ CentOS (2.6.18-164.2.1.el5.028stab066.10)
root (hd0,1)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.18-164.2.1.el5.028stab066.10 ro root=LABEL=/ rhgb quiet

Ada beberapa batasan kernel yang ditetapkan untuk OpenVZ untuk bekerja dengan benar. Parametersysctl OpenVZ terletetak di /etc/sysctl.conf. Berikut adalah isi file yang harus digunakan pada /etc/sysctl.conf:

net.ipv4.ip_forward = 1
net.ipv4.conf.default.proxy_arp = 0
net.ipv4.conf.all.rp_filter = 1
kernel.sysrq = 1
net.ipv4.conf.default.send_redirects = 1
net.ipv4.conf.all.send_redirects = 0

Setelah file /etc/sysctl.conf di edit, untuk mengkatifkan konfigurasi baru tersebut lakukan perintah berikut:

#sysclt -p

Maka hasil konfigurasi akan ditampilkan, cek kalau ada yang salah. Alternatif lain untuk bisa mengaktifkan konfigurasi sysctl adalah dengan melakukan boot ulang komputer anda.
Pastikan kalau ip forward tidak salah, untuk bisa meneruskan paket-paket yang berasal dari Virtual Private Server.
Untuk memulai mengaktifkan OpenVZ anda harus boot ulang komputer anda, lalu pilih bootloader OpenVZ yang telah diedit sebelumnya.
Langkah berikut adalah penting jika alamat IP dari mesin virtual Anda berasal dari subnet yang berbeda dari sistem host alamat IP. Jika Anda tidak melakukan hal ini, jaringan tidak akan bekerja dalam mesin virtual

[root@localhost ~]# vi /etc/vz/vz.conf
# Controls which interfaces to send ARP requests and modify APR tables on.
#NEIGHBOUR_DEVS=detect (dirubah menjadi all)
NEIGHBOUR_DEVS=all

SELinux perlu dinonaktifkan jika Anda ingin menggunakan OpenVZ. Buka /etc/sysconfig/selinux dan mengatur nilai SELinux untuk dinonaktifkan:

# This file controls the state of SELinux on the system.
# SELINUX= can take one of these three values:
# enforcing – SELinux security policy is enforced.
# permissive – SELinux prints warnings instead of enforcing.
# disabled – SELinux is fully disabled.
SELINUX=disabled
# SELINUXTYPE= type of policy in use. Possible values are:
# targeted – Only targeted network daemons are protected.
# strict – Full SELinux protection.
SELINUXTYPE=targeted

Download paket-paket pendukung OpenVZ
Setelah anda berhasil menginstal dan boot yang OpenVZ kernel, anda dapat melanjutkan dengan
instal paket-paket untuk OpenVZ. Berikut paket-paket yang harus anda install:

vzctl: paket ini digunakan untuk melakukan beberapa tugas yang berbeda pada Virtual Private OpenVZ Server, seperti create,install, destroy, start, stop, set parameter dll.
vzquota: paket ini digunakan untuk mengelola VPS kuota.
vzpkg: paket ini digunakan untuk bekerja dengan OpenVZ template.

Anda dapat men-download binari RPM yang sesuai dari http://openvz.org/download/utils/.
Pada langkah berikutnya, Anda harus menginstal utilitas ini dengan menggunakan perintah berikut:

# rpm -Uhv vzctl*.rpm vzquota *. rpm rpm vzpkg

Selama instalasi paket, Anda mungkin disajikan dengan pesan yang mengatakan bahwa
rpm ini terdapat dependensi untuk menyelesaikan instalasi anda. Dalam kasus ini Anda harus mengatasi dependensi ini pertama dan kemudian ulangi instalasi.

Sekarang Anda bisa menjalankan OpenVZ. Untuk itu, jalankan perintah berikut:

# /etc/init.d/vz start

Ini akan memuat semua modul-modul kernel yang diperlukan OpenVZ. Sewaktu reboot, script ini akan dijalankan secara otomatis.

Instalasi OS Template
Template adalah kumpulan file paket yang akan diinstal ke dalam VPS. Sistem operasi  template yang digunakan untuk membuat Virtual Private Server baru dengan pra-instalalasi sistem operasi.
Oleh karena itu, Anda dapat men-download minimal satu OS template dari http://openvz.org/download/template/ dan menginstalnya.

OS template metadata yang berisi informasi yang dibutuhkan untuk membuat template cache. Anda harus menentukan sebuah OS template pada pembuatan VPS, jadi Anda perlu menginstal metadata untuk setidaknya satu Mempersiapkan OS template dan template cache.

Anda dapat membuat VPS area pribadi dengan melakukan perintah vzctl. Area pribadi adalah direktori yang berisi file pribadi VPS yang diberikan. Area pribadi di-mount ke direktori /vz/roo/vpsid/. VPS menyediakan pengguna dengan sistem berkas Linux lengkap dengan sistem hirarkinya.

Perintah vzctl membuat yang hanya memerlukan VPS ID dan nama template sebagai OS argumen, namun untuk menghindari pengaturan semua parameter kontrol sumber daya VPS setelah menciptakan area pribadi, Anda dapat menentukan contoh konfigurasi yang akan digunakan untuk Virtual baru Anda Private Server. Contoh file konfigurasi yang berada di direktori /etc/sysconfig/vz-script dan memiliki nama dengan alias berikut: ve-config_name.conf-sampel. Yang paling umum digunakan sampel adalah vps.basic.conf-sample.

Sebelum instalasi template kalau anda download dalam bentuk tarbal, anda harus kopikan dulu file tersebut ke direktori /vz/template/cache.

Untuk membuat VPS baru dengan area pribadi lakukan perintah berikut:

#vzctl create 102 –ostemplate centos-5-i386-default –config vps.basic
Creating container private area (centos-5-i386-default)
Performing postcreate actions
Container private area was created

Hasil dari perintah diatas, OpenVZ akan membuat Virtual Private Server dengan ID 102, area pribadi berdasarkan template centos-5-i386-default, dan parameter konfigurasi yang diambil dari konfigurasi file ve-vps.basic.conf-file

Jika Anda tidak menentukan sebuah OS template maupun contoh konfigurasi, vzctl akan mencoba untuk mengambil nilai-nilai dari OpenVZ global file konfigurasi /etc/init.d /vz. Sehingga anda
dapat mengatur nilai default pada file ini

DEF_OSTEMPLATE = “centos-5-i386-default”
CONFIGFILE = “vps.basic”

2.3 Konfigurasi Virtual Private Server OpenVZ

Konfigurasi Virtual Private Server terdiri dari bagian:

Setting Virtual Private Server startup parameters.
Virtual Private Server Setting parameter jaringan.
Virtual Private Server Setting password user.
Konfigurasi Quality of Service (Service Level) parameter.

Untuk melakukan konfigurasi semua itu, bisa dengan mengunakan perintah vzctl. Menggunakan perintah ini untuk menetapkan VPS startup parameter, parameter jaringan, dan password pengguna.

Setting Startup Parameter
opsi dari perintah vzctl berikut VPS startup menentukan parameter onboot dan kemampuan. Untuk membuat Virtual Private Server secara otomatis boot pada 102 Hardware Node startup, dengan melakukan perintah berikut:

[root@localhost cache]# vzctl set 102 –onboot yes –save
Saved parameters for CT 102

Setting Parameter Jaringan
Agar dapat diakses dari jaringan, Virtual Private Server akan diberi dengan Alamat IP dan nama host, alamat server DNS juga harus dikonfigurasi. Perintah di bawah ini menggambarkan pengaturan Virtual Private Server parameter jaringan 102

[root@localhost cache]# vzctl set 102 –hostname efrizal.com –save
Saved parameters for CT 102

Perintah ini akan menetapkan VPS 102 dengan nama host efrizal.com dan menyimpan ke
parameter file konfigurasi VPS.

[root@localhost cache]# vzctl set 102 –ipadd 192.168.0.102 –save
Saved parameters for CT 102

Perintah ini menetapakan VPS 102 dengan ip address 192.168.0.102 dan menyimpanya ke parameter file konfigurasi VPS.

[root@localhost cache]# vzctl set 102 –nameserver 202.134.0.155 –save

File resolv.conf was modified
Saved parameters for VPS 102

Perintah ini menetapkan VPS 102 dengan nameserver 202.134.0.155, kemudian di simpan ke parameter file konfigurasi VPS.

Secara default, semua pada Node VPS terhubung antara mereka sendiri dan dengan Node oleh
cara adapter jaringan virtual yang disebut venet0. Namun, ada kemungkinan untuk VPS untuk
langsung mengakses adapter jaringan fisik (misalnya, eth1). Dalam hal ini adaptor
menjadi tidak dapat diakses oleh Node Hardware itu sendiri. Hal ini dilakukan dengan bantuan dari vzctl perintahnya:

root@localhost cache]# vzctl set 101 –netdev_add eth1 –save
Add network device: eth1
Saved parameters for VPS 101

Jika ingin mengunakan protokol ssh, anda harus memeriksa apakah SSH sedang berjalan di dalam Virtual Private Server, gunakan vzctl exec, yang mengizinkan eksekusi setiap perintah dalam Virtual Private Server.

[root@localhost cache]# vzctl start 102
Starting container …
Container is mounted
Adding IP address(es): 192.168.0.102
Setting CPU units: 1000
Configure meminfo: 65536
Set hostname: efrizal.com
File resolv.conf was modified
Container start in progress…

[root@localhost cache]# vzctl exec 102 service sshd start
Starting sshd: [ OK ]

[root@localhost cache]# vzctl exec 102 service sshd status
sshd (pid 14313) is running…

Setting root Password untuk VPS
Secara default, account root terkunci dalam VPS yang baru dibuat, dan Anda tidak dapat login ke VPS, untuk itu perlu membuat sebuah akun di dalam Virtual Private Server dan menetapkan sandi untuk account ini atau membuka account root. Cara termudah untuk melakukannya adalah dengan menjalankan perintah:

[root@localhost cache]# vzctl exec 102 passwd
New UNIX password: efrizal
BAD PASSWORD: it is based on a dictionary word
Retype new UNIX password: efrizal
Changing password for user root.
passwd: all authentication tokens updated successfully.

Jika ingin langsung mendefeniskan password dalam satu perintah bisa dengan mengunakan perintah

[root@localhost cache]# vzctl set 102 –userpasswd root:efrizal
Changing password for user root.

Dalam contoh ini, kita tetapkan password root untuk VPS 102 adalah “efrizal”, dan Anda dapat log in ke Virtual Private Server via SSH sebagai root dan melaksanakan itu dengan cara yang sama seperti Anda mengelola sebuah Linux standalone komputer, seperti menginstal software tambahan, membuat tambahkan pengguna, mengatur layanan, dan seterusnya.
Password akan diatur di dalam VPS di /etc/ shadow file dalam bentuk terenkripsi dan tidak akan disimpan dalam file konfigurasi VPS. Oleh karena itu, jika Anda lupa password, Anda telah
mengatur ulang headset. Perhatikan bahwa –userpasswd adalah pilihan dari perintah set vzctl.
Meskipun Anda dapat membuat user dan set password untuk mereka menggunakan vzctl exec atau vzctl menetapkan perintah, disarankan bahwa manajemen pengguna Anda mendelegasikan ke administrator Virtual Private Server.

Untuk melihat apakah VPS 102 sudah berjalan atau tidak kita bisa melihat dengan mengunakan perintah vzctl.

[root@localhost cache]# vzctl status 102
CTID 102 exist mounted running

Cara lain untuk mendapatkan status VPS memeriksa /proc/vz/veinfo file. File ini terdapat daftar semua Virtual Private Server sedang berjalan di Hardware Node. Setiap baris menampilkanVirtual Private Server yang berjalan di contoh:

[root@localhost cache]# cat /proc/vz/veinfo
102 0 17 192.168.0.102
101 0 17 192.168.0.101
0 0 151
Output ini menunjukkan bahwa VPS 102 berjalan, dan ada 20 proses yang berjalan di dalam VPS, dan alamat IP-nya 192.168.0.102. Perhatikan bahwa kolom kedua adalah reserved, itu tidak memiliki arti khusus dan harus selalu menjadi nol. Baris terakhir pada output diatas dengan ID 0, yang merupakan hardware node itu sendiri

Jika dalam keadaan normal VPS akan mati dalam beberapa detik, dengan mengunakanlah perintah:

[root@localhost cache]# vzctl stop 102
Stopping container …
Container was stopped
Container is unmounted

Perintah vzctl memiliki waktu dua menit untuk meng-eksekusi script agar VPS mati. Jika tidak VPS mati dalam dua menit, sistem secara paksa membunuh semua proses dalam Virtual Private Server.
Untuk Menghindari kerusakan sistem pada saat menunggu selama dua menit tersebut. Anda bisa mengunakan perintah berikut, sebelumnya pastikan perintah ini hanya digunakan bila VPS tidak mati dalam waktu dua menit:

[root@localhost cache]# vzctl stop 102 –fast
Stopping container …
Container was stopped
Container is unmounted

Sebagai seorang administrator kita mungkin harus memonitor VPS untuk mendapatkan gambaran tentang Virtual Private Server yang ada sedang berjalan.Untuk mendapatkan informasi tambahan tentang alamat IP, nama host, sumber daya yang digunakan, dll. Anda dapat mengunakan perintah berikut:

[root@localhost ~]# vzlist -a
CTID NPROC STATUS IP_ADDR HOSTNAME
101 17 running 192.168.0.101 efrizal.com
102 20 running 192.168.0.102 fayyad.com
103 – stopped 192.168.0.103 irfanathallah.com

Jika ingin melihat informasi VPS tentang batas dan soft limit masing-masing ID bisa dengan mengunakan perintah

[root@localhost ~]# vzlist -o veid,diskinodes.s -s diskinodes.s
CTID DQINODES.S
102 200000
101 200000

2.4 Mengelola Kuota Disk pada Virtual Private Server OpenVZ
Kuota disk memungkinkan administrator sistem untuk mengontrol ukuran sistem berkas Linux dengan membatasi jumlah ruang disk dan jumlah inodes Virtual Private Server dapat digunakan.
Kuota disk ini dikenal sebagai per-VPS kuota atau tingkat pertama kuota di OpenVZ. Selain itu, OpenVZ memungkinkan Virtual Private Sever administrator untuk membatasi ruang disk dan jumlah inodes bagi pengguna individu dan kelompok dalam VPS dapat digunakan. Kuota ini disebut per-user dan per-grup kuota atau tingkat kedua kuota di OpenVZ.
OpenVZ selalu mengunakan statistik kuota dan batasannya ada di file / var / vzquota / quota.vpsid -a file kuota khusus. File quota memiliki bendera khusus menunjukkan apakah file adalah bermasalah.
File yang bemasalah ketika isinya menjadi tidak konsisten dengan penggunaan VPS nyata. Ini berarti bahwa ketika disk inodes penggunaan ruang atau perubahan selama operasi VPS, statistik ini tidak secara otomatis disinkronisasi dengan kuota file, maka file akan mendapatkan tanda .

Bagaimana mendefinisikan parameter kuota disk, untuk  melakukan operasi yang berhubungan dengan kuota disk, lakukan langkah berikut
Menyalakan dan off per-VPS (tingkat pertama) kuota disk.
Mengatur tingkat pertama kuota disk parameter untuk Virtual Private Server.
Menyalakan dan off per-user dan per-kelompok (tingkat kedua) di dalam kuota disk Virtual Private Server
Setting up tingkat kedua quota untuk user atau untuk kelompok.
Memeriksa statistik kuota disk.

Mengaktif dan Nonaktif Per-VPS kuota disk.
Parameter yang menentukan apakah akan menggunakan tingkat pertama adalah DISK_QUOTA dalam OpenVZ file konfigurasi standar ada di /etc/sysconfig/vz. Dengan mengisi parameter dengan “no”akan mengnonaktifkan kuota OpenVZ sepenuhnya. Berikut isi filenya:

#vi /etc/sysconfig/vz
## Disk quota parameters
DISK_QUOTA=yes
VZFASTBOOT=no

Parameter ini dapat ditetapkan dalam Virtual Private Server file konfigurasi /etc/sysconfig/vz-sripts/vpsid.conf. Isi filenya:
[root@localhost ~]# vi /etc/sysconfig/vz-scripts/101.conf

# Disk quota parameters (in form of softlimit:hardlimit)
DISKSPACE=”1048576:1153024″
DISKINODES=”200000:220000″
QUOTATIME=”0″

Setelah setingan kuota anda seting dengan yes, maka bisa kita lakukan pemberian kuota untuk masing ID. Lakukan perintah di bawah ini

[root@localhost ~]# vzctl set 101 –diskspace 1000000:1100000 –save
Saved parameters for CT 101

[root@localhost ~]# vzctl set 101 –diskinodes 90000:91000 –save
Saved parameters for CT 101

[root@localhost ~]# vzctl exec –quotatime 600 –save
Bad CT ID –quotatime

Untuk melihat hasil pemberian kuota pada ID 101 lakukan perintah berikut :

[root@localhost ~]# vzctl exec 101 df
Filesystem 1K-blocks Used Available Use% Mounted on
/dev/simfs 1000000 352708 647292 36% /

[root@localhost ~]# vzctl exec 101 stat -f /
File: “/”
ID: 0 Namelen: 255 Type: ext2/ext3
Block size: 4096 Fundamental block size: 4096
Blocks: Total: 250000 Free: 161823 Available: 161823
Inodes: Total: 90000 Free: 69967
[root@localhost ~]#

mengaktifkan (On) dan Off pada tingkat-kedua Kuota untuk Virtual Private Server
Parameter yang mengendalikan tingkat kedua kuota disk di VPS adalah file konfigurasi QUOTAUGIDLIMIT. Secara default, nilai dari parameter ini adalah nol dan ini sesuai dengan
 per-user/group dinonaktifkan kuota.
Jika Anda memberikan nilai bukan nol ke parameter QUOTAUGIDLIMIT, tindakan ini membawa
dua hasil sebagai berikut:

1.Per-user dan per-grup kuota disk diaktifkan untuk Virtual Private Server.
2.Nilai yang Anda tetapkan untuk parameter ini akan menjadi batas untuk jumlah pemilik file
 dan kelompok-kelompok VPS ini, termasuk sistem Linux user.

Pemberian Kuota untuk per-user/group perlu dilakukan me-restart Virtual Private Server. Dalam pemberian nilai anda juga perlu harus hati-hati, semakin besar nilai yang anda tetapkan, semakin besar memori kernel Virtual Private Server yang dibuat.
Nilai ini harus lebih besar dari atau sama dengan Jumlah entri di VPS /etc/passwd dan /etc/group file. Misalkan baru dibuat account berbasis VPS memiliki sekitar 80 entri secara total,dan kemungkinan bisa jadi 100. Namun, untuk Virtual Private Server dengan sejumlah besar pengguna dapat nilai ini bisa meningkat.
Untuk bisa melakukan kuota, perlu di cek apakah sudah ada paket aplikasi untuk mendukung kuota, lakukan perintah berikut:

[root@localhost ~]# vzctl exec 101 rpm -q quota
quota-3.13-1.2.3.2.el5

Dari hasil perintah diatas, nampak bahwa paket kuota telah terinstal. Sekarang mari kita lakukan pembuatan kuota tingkat kedua untuk VPS, lakukan perintah berikut.

[root@localhost ~]# vzctl set 101 –quotaugidlimit 100 –save
Setting quota ugidlimit: 100
Saved parameters for CT 101

[root@localhost ~]# vzctl stop 101
Stopping container …
Container was stopped
Container is unmounted

[root@localhost ~]# vzctl start 101
Starting container …
Container is mounted
Adding IP address(es): 192.168.0.101
Setting CPU units: 1000
Configure meminfo: 65536
Set hostname: efrizal.com
Setting quota ugidlimit: 100
Container start in progress…
[root@localhost ~]#

[root@localhost ~]# vzctl enter 101
entered into CT 101

[root@efrizal /]# repquota -a
*** Report for user quotas on device /dev/simfs
Block grace time: 00:00; Inode grace time: 00:00
Block limits File limits
User used soft hard grace used soft hard grace
———————————————————————-
root — 343208 0 0 19962 0 0
smmsp — 8 0 0 2 0 0
apache — 8 0 0 2 0 0
rpm — 9884 0 0 75 0 0
named — 24 0 0 6 0 0

Monitoring Virtual Private Server OpenVZ
monitoring pengunaan memori:

Gambar-4. Gambar pengelolaan memori OpenVZ

[root@localhost ~]# vzmemcheck -v
Output values in %
veid LowMem LowMem RAM MemSwap MemSwap Alloc Alloc Alloc
util commit util util commit util commit limit
101 0.41 5.20 0.64 0.48 5.96 0.94 7.45 14.38
102 0.40 5.20 0.64 0.48 5.96 0.94 7.45 14.38
————————————————————————-
Summary: 0.82 10.40 1.29 0.96 11.92 1.89 14.89

Monitoring pengunaan sumber daya pada VPS:

[root@localhost ~]# vzctl exec 101 cat /proc/user_beancounters
Version: 2.5
uid resource held maxheld barrier limit failcnt
101: kmemsize 1462125 1828214 11055923 11377049 0
lockedpages 0 0 256 256 0
privvmpages 4578 7102 65536 69632 0
shmpages 45 45 21504 21504 0
dummy 0 0 0 0 0
numproc 18 22 240 240 0
physpages 2144 2758 0 2147483647 0
vmguarpages 0 0 33792 2147483647 0
oomguarpages 2144 2758 26112 2147483647 0
numtcpsock 4 4 360 360 0
numflock 3 4 188 206 0
numpty 0 1 16 16 0
numsiginfo 0 2 256 256 0
tcpsndbuf 35840 0 1720320 2703360 0
tcprcvbuf 65536 0 1720320 2703360 0
othersockbuf 6720 15168 1126080 2097152 0
dgramrcvbuf 0 8384 262144 262144 0
numothersock 8 10 360 360 0
dcachesize 0 0 3409920 3624960 0
numfile 404 517 9312 9312 0
dummy 0 0 0 0 0
dummy 0 0 0 0 0
dummy 0 0 0 0 0
numiptent 10 10 128 128 0
[root@localhost ~]#

Kolom “held “ menampilkan penggunaan sumber daya saat ini, dan kolom maxheld – maksimal
nilai konsumsi sumber daya untuk periode perhitungan terakhir. Arti dari kolum “barrier” dan
“limit” tergantung pada parameter.

2.5 Administasi OpenVZ dengan WebVZ
Jika anda inginlebih mudah untuk mengadministrasi virtual private server, anda bisa mengunakan berbagai aplikasi diantaranya webVZ. Untuk mengaktifkan WebVZ sebagai adminitrasi OpenVZ, kita perlu menginstall aplikasi ruby, rubygems, libsqlite3-ruby, sqlite3, rdoc1.8 dan libopenssl-ruby1.8.
Kemudian lakukan perintah berikut:

#gem update –system

#gem install -v=2.0.2 rails

Aplikasi WebVZ bisa anda download di http://webvz.sourceforge.net/download.html. Setelah anda download kita lanjutkan dengan melakuka extrak aplikasi WebVZ. Lakukan perintah berikut:

#tar -xzvf webvz.2.0.tar.gz
#cd webvz.2.0
#ln -s /var/lib/vz /vz
#ln -s /usr/bin/irb1.8 /usr/bin/irb
#ln -s /etc/sysconfig/vz-script /etc/vz/conf
#ruby script/server

Kemudian buka browser anda, lalu ketikan http://localhost:3000, pastikan webserver sudah berjalan sebelumnya. Atau bisa juga dengan mengetikan http://[ip adrres anda]:3000. Jika berhasil maka akan muncul halaman login WebVz anda masukan user dengan admin dan password dengan admin123. Berikut gambar WebVZ.

OpenVPN di ubuntu

Posted: 22nd February 2010 by efrizal in 1
Tags:

Virtual Private Network (VPN) adalah hubungan antar jaringan privat yang melalui
channel komuikasi jaringan public seperti internet. Dengan VPN memungkinkan Anda
dari manapun dapat mengakses jaringan lokal kantor Anda. VPN umumnya memanfaatkan
metode tunneling , dimana antar jaringan membentuk channel komunikasi baru antar
jaringan itu sendiri dengan menggunakan protokol point to point. Karena VPN ini
memanfaatkan channel komunikasi jaringan public maka security dalam VPN menjadi mutlak.
Untuk itu dibutuhkan suatu mekanisme komunikasi via VPN yang lebih aman salah satu caranya
adalah memanfaatkan SSL (secure socket layer). Komuinikasi menggunkan SSL memungkinkan
traffic data antar jaringan VPN tersebut dienkripsi terlebih dahulu sebelum melewati cahnnel
komunikasi public.
Selain memanfaatkan SSL, untuk VPN Anda dapat memanfaatkan protokol IPSec. Dalam materi ini
kita hanya akan membahas VPN dengan SSL. Untuk itu kita membutuhkan aplikasi yang memungkinkan
kita untuk membangun VPN via SSL tersebut. Aplikasi open source yang mendukung VPN via SSL yaitu OpenVPN.
buah server yang memiliki IP public tetap diperlukan sebagai VPN server:

root@efrizal# apt-get install openvpn
root@efrizal# cd /etc/openvpn
root@efrizal# cp -r /usr/share/doc/openvpn/examples/easy-rsa/2.0 easy-rsa
root@efrizal# cd easy-rsa

Edit file vars pada bagian

KEY_COUNTRY=ID
KEY_PROVINCE=JABAR
KEY_CITY=DEPOK
KEY_ORG=NF
KEY_EMAIL=efrizal@nurulfikri.com

Kemudian jalankan

root@efrizal#source ./vars
NOTE: If you run ./clean-all, I will be doing a rm -rf on /etc/openvpn/easy-rsa/keys

root@efrizal#./clean-all

root@efrizal# ./build-ca
Generating a 1024 bit RSA private key
……………..++++++
………………….++++++
writing new private key to ‘ca.key’
—–
You are about to be asked to enter information that will be incorporated
into your certificate request.
What you are about to enter is what is called a Distinguished Name or a DN.
There are quite a few fields but you can leave some blank
For some fields there will be a default value,
If you enter ‘.’, the field will be left blank.
—–
Country Name (2 letter code) [INDONESIA]: enter
string is too long, it needs to be less than 2 bytes long
Country Name (2 letter code) [INDONESIA]:ID
State or Province Name (full name) [DKI]:enter
Locality Name (eg, city) [JAKARTA]:eneter
Organization Name (eg, company) [nf]:enter
Organizational Unit Name (eg, section) []:COmputer
Common Name (eg, your name or your server’s hostname) [nf CA]:nurulfikri.com
Email Address [efrizal@nurulfikri.com]:enter

root@efrizal-laptop:/etc/openvpn/easy-rsa# ./build-key-server server

Generating a 1024 bit RSA private key
……++++++
…++++++
writing new private key to ‘server.key’
—–

Please enter the following ‘extra’ attributes
to be sent with your certificate request
A challenge password []:rendang
An optional company name []:nf
Using configuration from /etc/openvpn/easy-rsa/openssl.cnf
Check that the request matches the signature
Signature ok
The Subject’s Distinguished Name is as follows
countryName :P RINTABLE:’ID’
stateOrProvinceName :P RINTABLE:’JABAR’
localityName :P RINTABLE:’DEPOK’
organizationName :P RINTABLE:’NF’
commonName :P RINTABLE:’server’
emailAddress :IA5STRING:’efrizal@nurulfikri.com’
Certificate is to be certified until Jan 9 10:30:01 2020 GMT (3650 days)
Sign the certificate? [y/n]:y

1 out of 1 certificate requests certified, commit? [y/n]y
Write out database with 1 new entries
Data Base Updated

root@efrizal#./build-dh

Lihat keys apakah sudah di generate

root@efrizal#ls -l /etc/openvpn/easy-rsa/keys

root@efrizal#cd keys
root@efrizal# cp ca.crt ca.key dh1024.pem server.crt server.key ../..
root@efrizal# cd ../..
root@efrizal# cp /usr/share/doc/openvpn/examples/sample-config-files/server.conf.gz .

(Membuat key untuk admin jika anda inginkan)

# ./build-key admin
1 out of 1 certificate requests certified, commit? [y/n]y
Write out database with 1 new entries
Data Base Updated

(Membuat key untuk user jika di perlukan)

./build-key-pass namauser
./build-key namauser

root@efrizal# gunzip server.conf.gz
root@efrizal# mv server.conf openvpn.conf
kemudian lakukan perintah ./build-dh lagi.

Melakukan test key

# openvpn –genkey –secret key
# openvpn –test-crypto –secret key

Atur konfigurasinya di /etc/openvpn/openvpn.conf
lalu aktifkan konfigurasi berikut (tanda ; didepan di hapus)

proto tcp
dev tun
ca ca.crt
cert server.crt
key server.key
client-to-client
server 10.8.0.0 255.255.255.0
ifconfig-pool-persist ipp.txt
keepalive 10 20
comp-lzo
max-client 250
persist-key
persist-tun
status openvpn-status log
verb 3

Restart daemonnya:

root@efrizaL# /etc/init.d/openvpn start
atau
root@efrizal#openvpn –config /etc/openvpn/server/conf

Pantau aktifitasnya dengan cara:

root@efrizal# tail -f /var/log/daemon.log

Selanjutnya pembuatan file sertifikat untuk masing-masing VPN client:

root@efrizal#cd /etc/openvpn/easy-rsa
root@efrizal#source ./vars
root@efrizal#./build-key depok
root@efrizal#cd key/

Kirim ca.crt, bogor.crt, dan bogor.key ke client, Anda bisa menggunakan email dengan melampirkan attachment. Lakukan hal serupa untuk VPN client lainnya, misal untuk cabang bandung, surabaya, dst.

Client
Selanjutnya di komputer client dipasang juga paket openvpn yang sama, hanya beda di konfigurasi.

root@efrizal#apt-get install openvpn
root@efrizal#cd /etc/openvpn

Letakkan ca.crt, depok.crt, dan depok.key di sini.

root@efrizal#mv bogor.crt client.crt
root@efrizal#mv bogor.key client.key
root@efrizal#cp /usr/share/doc/openvpn/examples/sample-config-files/client.conf openvpn.conf

Edit openvpn.conf, sesuaikanlan dengan VPN server Anda, atau bisa juga langsung menyebutkan IP public-nya:

..
proto tcp
..

Lalu restart daemon-nya:

root@efrizal# /etc/init.d/openvpn restart

Perhatikan prosesnya:

root@efrizal# tail -f /var/log/daemon.log

Nantinya akan muncul network device tun0:

root@efrizal# ifconfig tun0

Lakukanlah hal serupa untuk komputer client lainnya, dan cobalah ping satu sama lain.

Jika ingin melihat sambungan OpenVPN dari dua (2) Windows.

cd /etc/openvpn
cp -Rf /usr/share/doc/openvpn/examples/sample-config-files/ /etc/openvpn/
cp -Rf /usr/share/doc/openvpn/examples/sample-keys/ /etc/openvpn/
openvpn –config sample-config-files/loopback-client
openvpn –config sample-config-files/loopback-server

Jika di perlukan kita dapat menginstalasi OpenVPN Administrator. Contoh menginstalasi OpenVPN-Admin

# apt-get install mono openvpn-admin

Zimbra

Posted: 20th February 2010 by efrizal in 1
Tags:

Sudah dua minggu ini ngasih workshop Zimbra collaboration suite, ternyata lumayan juga yang berminat mengunakan zimbra.
Training kali ini mengunakan Distro centos 5.4 dan Zimbra zcs-6.0.5_GA_2213.RHEL5.20100202220948.tgz serta zimbra desktop zdesktop_1_0_4_build_1833_linux_i686. Kalau pada versi sebelumnya ada beberapa yang harus kita edit supaya zimbra bia jalan di cento, kali ini semuanya berjalan dengan lancar.

Instalasi Zimbra Collaboration Suite

Posted: 23rd January 2010 by efrizal in 1
Tags:

Zimbra Collaboration Suite
Zimbra Collaboration Suite adalah kolaborasi dari beberapa aplikasi open source software, diantaranya Apache Jetty, Postfix, OpenLDAP®, and MySQL®. Kolaborasi ini Menghasilkan email server yang power full, address book, calendaring, tasks, Web document authoring dan dilengkapi oleh anti virus dan anti spam. Zimbra tersedia untuk Linux, Mac OS X dan Plarform virtualisasi.
Zimbra menggunakan klien Ajax Web 2.0 yang dapat dijalankan pada browser Firefox, Safari dan Internet Explorer (6.0+) dan IE serta mudah diintegrasikan dengan portal web API, aplikasi bisnis dan VoIP menggunakan web services.
Zimbra Open Source Edition menggunakan lisensi Mozilla Public License yang salah satu butir lisensinya menyatakan bahwa perubahan atau modifikasi yang dilakukan pada kode sumber Zimbra harus dikembalikan pada komunitas.

Fitur Zimbra Collaboration Suite.
• Email
• Group Calendars
• Address Books
• Task Management
• Web document management and authoring.
• Mail delivery and storage
• Indexing of mail messages upon delivery
• Mailbox server logging
• IMAP and POP support
• Directory services
• Anti-spam protection
• Anti-virus protection
Administrator akan mudah untuk mengelola server, semuanya bisa dilakukan lewat web browser administrator diantara.
• Manage classes of service
• Add accounts and domains
• Set account restrictions either for an individual account or by COS
• Create and edit distribution lists
• Import Microsoft Exchange user accounts
• Set up virtual hosts on a domain
• Manage servers
• View and manage system status
• Monitor usage
Zimbra juga menyediakan fitur untuk web client, beberapa fitur yang bisa digunakan antara lain:
• Compose, read, reply, forward, and use other standard mail features
• View mail by conversation threads
• Tag mail to easily group messages for quick reference
• Perform advanced searches
• Save searches
• Use Calendar to schedule appointments
• Share calendar, email folders, address book listswith others
• Create address books and share with others
• Set mailbox usage preferences, including defining mail filtering options
• Use ZCS Documents to create, organize and share web documents
• Use the Tasks feature to create to-do lists and manage tasks through to
completion.

Komponen Zimbra
Berikut aplikasi open source yang digunakan Zimbra Collaboration Suite yang sudah merupakan aplikasi standar yang dipakai di dunia industri:
• Jetty
Aplikasi web server yang menjalankan aplikasi zimbra.
• Postfix
Aplikasi open source MTA (message transfer agent) yang menjalankan email server zimbra
• OpenLDAP
Aplikasi open source implementation of the Lightweight Directory Access Protocol (LDAP) sebagai authentikasi user.
• MySQL
Aplikasi database.
• Lucene
Aplikasi open-source power full text index dan search engine
• Anti-virus and anti-spam
Aplikasi open source yanf terdiri dari:
• ClamAV, anti-virus scanner yang melindungi file dari serangan virus.
• SpamAssassin, mail filter yang mengidentifikasi adanya spam
• Amavisd-new, sebagai interface antara MTA dengan yang lain.
• James/Sieve filtering, membuat filter untuk email.

Zimbra Packages
Paket aplikasi yang ada dalam Zimbra Collaboration Suite antara lain:
1. Zimbra Core
Zimbra Core Paket ini di dalamnya terdapat libraries, utilities, monitoring tools, dan
file konfigurasi dasar.
2. Zimbra LDAP
Zimbra Collaboration Suite menggenukan aplikasi open source OpenLDAP sebagai active directory server. Menyediakan autentikasi user. Masing-masing account yang terdapat pada zimbra mempunyai maibox yang unik dan ID untuk mengidentifikasi account.
3. Zimbra MTA (mail routing server)
Postfix aplikasi open source mail transfer agent (MTA) yang menerima email lewat SMTP routes setiap email akan ditempaktan pada Zimbra Mailbox Sever, dengan mengunakan Local Mail Transfer Protocol (LMTP). Dalam Zimbra MTA juga terdapat anti-virus and anti-spam.

4. Zimbra Store (Zimbra server)
Zimbra store, paket ini akan menginstal komponen untuk maibox server, termasuk Jetty, yaang merupakan servlet kontainer yang berjalan dalam Zimbra. Dalam Zimbra Collaboration Suite, ini disebut servlet kontainer mailboxd. Hal ini terkait dengan mailbox yang berisi semua mail dan file lampiran (attachment) untuk account email.

5.Data store.
Data store adalah database MySQL internal di mana ID mailbox dihubungkan dengan account pengguna . Data store akan memetakan ke ID mailbox pengguna ke OpenLDAP account. Database ini berisi settingan setiap pengguna seperti definisi, folder, jadwal kalender, dan kontak, serta status.
6.Message store.
Message store adalah tempat dimana semua pesan email dan file lampiran berada pesan di simpan dalam format MIME .Sebuah pesan yang dikirimkan ke sejumlah penerima yang memiliki account pada server dalam mailbox server disimpan hanya sekali dalam file sistem.

7. Zimbra-SNMP
Zimbra-SNMP adalah paket optional. Jika anda memilih untuk menginstalnya Zimbra-SNMP berfungsi sebagai pemantauan, paket yang berjalan pada setiap server (Zimbra server, Zimbra LDAP, Zimbra MTA) yang merupakan bagian dari konfigurasi Zimbra
8. Zimbra Logger
Zimbra Logger juga merupakan paket optional dan diinstal pada mailbox server. Dalam zimbra logger terdapat alat untuk syslog pengabungan, pelaporan, pelacak pesan.
9. Zimbra Spell
Zimbra Spell juga merupakan paket optional. Zimbra spell berguna untuk cek spell lewat zimbra web client. Jika zimbra spell terintall zimbra-apache harus terinstal.
10. Zimbra Proxy
Zimbra Proxy juga aplikasi optional. Aplikasi ini mengunakan IMAP/POP proxy server memungkinkan untuk domain untuk displit di beberapa server pada Zimbra per penguna.

Untuk menjamin zimbra berjalan dengan baik, pastikan bahwa port-port yang akan digunakan Zimbra Collaboration Suite tidak berjalan. Berikut daftar port yang akan di jalankan Zimbra Collaboration Suite:

Nama Service
Port
Remote Queue Manager
22
Postfix
25
HTTP
80
POP3
110
IMAP
143
LDAP
389
HTTPS
443
Mailboxd IMAP SSL
993
Mailboxd POP SSL
995
Mailboxd LMTP
7025

Tahapan Instalasi

[root@mail opt]# tar -xzvf zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917.tgz
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/packages/
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/packages/zimbra-spell-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/packages/zimbra-proxy-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/packages/zimbra-snmp-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/packages/zimbra-ldap-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/packages/zimbra-logger-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/packages/zimbra-apache-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/packages/zimbra-core-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/packages/zimbra-store-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/packages/zimbra-mta-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/data/
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/data/versions-init.sql
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/bin/
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/bin/zmdbintegrityreport
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/bin/get_plat_tag.sh
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/readme_binary.txt
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/README.txt
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/readme_source.txt
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/install.sh
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/docs/
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/docs/zcl.txt
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/docs/OSmultiserverinstall.pdf
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/docs/RNZCSO_2005Beta.pdf
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/docs/YPL.txt
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/docs/quick_start.pdf
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/docs/MigrationWizard_Domino.pdf
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/docs/admin.pdf
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/docs/User Instructions for ZCS Import Wizard.pdf
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/docs/zimbra_public_eula_2.1.txt
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/docs/Zimbra Schema.pdf
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/docs/MigrationWizard.pdf
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/docs/ZCS_Toaster.pdf
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/docs/Zimbra_Release_Note.pdf
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/docs/Import_Wizard_Outlook.pdf
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/util/
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/util/modules/
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/util/modules/packages.sh
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/util/modules/getconfig.sh
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/util/modules/postinstall.sh
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/util/utilfunc.sh
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/util/globals.sh
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917/util/addUser.sh

[root@mail opt]# ls
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917
zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917.tgz

[root@mail opt]# cd zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917

[root@mail zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917]# ./install.sh
(jika anda mengunakan zimbra terbaru tambahkan perintah ./install –platform-override)
Operations logged to /tmp/install.log.23421
Checking for existing installation…
zimbra-ldap…NOT FOUND
zimbra-logger…NOT FOUND
zimbra-mta…NOT FOUND
zimbra-snmp…NOT FOUND
zimbra-store…NOT FOUND
zimbra-apache…NOT FOUND
zimbra-spell…NOT FOUND
zimbra-proxy…NOT FOUND
zimbra-archiving…NOT FOUND
zimbra-cluster…NOT FOUND
zimbra-core…NOT FOUND

PLEASE READ THIS AGREEMENT CAREFULLY BEFORE USING THE SOFTWARE.
ZIMBRA, INC. (“ZIMBRA”) WILL ONLY LICENSE THIS SOFTWARE TO YOU IF YOU
FIRST ACCEPT THE TERMS OF THIS AGREEMENT. BY DOWNLOADING OR INSTALLING
THE SOFTWARE, OR USING THE PRODUCT, YOU ARE CONSENTING TO BE BOUND BY
THIS AGREEMENT. IF YOU DO NOT AGREE TO ALL OF THE TERMS OF THIS
AGREEMENT, THEN DO NOT DOWNLOAD, INSTALL OR USE THE PRODUCT.

License Terms for the Zimbra Collaboration Suite:
http://www.zimbra.com/license/zimbra_public_eula_2.1.html

Press Return to continue

Checking for prerequisites…
NPTL…FOUND
sudo…FOUND sudo-1.6.8p12-10
libidn…FOUND libidn-0.6.5-1.1
fetchmail…FOUND fetchmail-6.3.6-1
gmp…FOUND gmp-4.1.4-10
compat-libstdc++-296…FOUND compat-libstdc++-296-2.96-138
compat-libstdc++-33…FOUND compat-libstdc++-33-3.2.3-61
libtool-ltdl…FOUND libtool-ltdl-1.5.22-6.1
/usr/lib/libstdc++.so.6…FOUND
Prerequisite check complete.
Checking for standard system perl…
perl-5.8.8…FOUND standard system perl-5.8.8

Checking for installable packages

Found zimbra-core
Found zimbra-ldap
Found zimbra-logger
Found zimbra-mta
Found zimbra-snmp
Found zimbra-store
Found zimbra-apache
Found zimbra-spell
Found zimbra-proxy

Select the packages to install

Install zimbra-ldap [Y]

Install zimbra-logger [Y]

Install zimbra-mta [Y]

Install zimbra-snmp [Y]

Install zimbra-store [Y]

Install zimbra-apache [Y]

Install zimbra-spell [Y]

Install zimbra-proxy [N] y
Checking required space for zimbra-core
checking space for zimbra-store

Installing:
zimbra-core
zimbra-ldap
zimbra-logger
zimbra-mta
zimbra-snmp
zimbra-store
zimbra-apache
zimbra-spell
zimbra-proxy
You appear to be installing packages on a platform different
than the platform for which they were built

This platform is CentOS5
Packages found: zimbra-core-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm
This may or may not work

Install anyway? [N] y

The system will be modified. Continue? [N] y

Removing /opt/zimbra
Installing packages

zimbra-core……zimbra-core-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm…done
zimbra-ldap……zimbra-ldap-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm…done
zimbra-logger……zimbra-logger-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm…done
zimbra-mta……zimbra-mta-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm…done
zimbra-snmp……zimbra-snmp-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm…done
zimbra-store……zimbra-store-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm…done
zimbra-apache……zimbra-apache-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm…done
zimbra-spell……zimbra-spell-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm…done
zimbra-proxy……zimbra-proxy-5.0.2_GA_1975.RHEL5-20080130221917.i386.rpm…done
Operations logged to /tmp/zmsetup.11112008-110005.log
Setting defaults…No results returned for A lookup of mail.fery.ok
Checked nameservers:
192.168.1.123
192.168.1.1

DNS ERROR resolving mail.fery.ok
It is suggested that the hostname be resolveable via DNS
Change hostname [Yes] yes
Please enter the logical hostname for this host [mail.fery.ok] mail.fery.ok
No results returned for A lookup of mail.fery.ok
Checked nameservers:
192.168.1.123
192.168.1.1

Checking for port conflicts

Main menu

1) Common Configuration:
2) zimbra-ldap: Enabled
3) zimbra-store: Enabled
+Create Admin User: yes
+Admin user to create: admin@mail.fery.ok
******* +Admin Password UNSET
+Enable automated spam training: yes
+Spam training user: spam.6eouecv4v@mail.fery.ok
+Non-spam(Ham) training user: ham.pgtphpxkav@mail.fery.ok
+Global Documents Account: wiki@mail.fery.ok
+SMTP host: mail.fery.ok
+Web server HTTP port: 80
+Web server HTTPS port: 443
+Web server mode: http
+IMAP server port: 7143
+IMAP server SSL port: 7993
+POP server port: 7110
+POP server SSL port: 7995
+Use spell check server: yes
+Spell server URL: http://mail.fery.ok:7780/aspell.php

4) zimbra-mta: Enabled
5) zimbra-snmp: Enabled
6) zimbra-logger: Enabled
7) zimbra-spell: Enabled
8) zimbra-proxy: Enabled
9) Default Class of Service Configuration:
r) Start servers after configuration yes
s) Save config to file
x) Expand menu
q) Quit

Address unconfigured (**) items (? – help) 1

Common configuration

1) Hostname: mail.fery.ok
2) Ldap master host: mail.fery.ok
3) Ldap port: 389
4) Ldap Admin password: set
5) TimeZone: (GMT-08.00) Pacific Time (US & Canada)

Select, or ‘r’ for previous menu [r] r

Main menu

1) Common Configuration:
2) zimbra-ldap: Enabled
3) zimbra-store: Enabled
+Create Admin User: yes
+Admin user to create: admin@mail.fery.ok
******* +Admin Password UNSET
+Enable automated spam training: yes
+Spam training user: spam.6eouecv4v@mail.fery.ok
+Non-spam(Ham) training user: ham.pgtphpxkav@mail.fery.ok
+Global Documents Account: wiki@mail.fery.ok
+SMTP host: mail.fery.ok
+Web server HTTP port: 80
+Web server HTTPS port: 443
+Web server mode: http
+IMAP server port: 7143
+IMAP server SSL port: 7993
+POP server port: 7110
+POP server SSL port: 7995
+Use spell check server: yes
+Spell server URL: http://mail.fery.ok:7780/aspell.php

4) zimbra-mta: Enabled
5) zimbra-snmp: Enabled
6) zimbra-logger: Enabled
7) zimbra-spell: Enabled
8) zimbra-proxy: Enabled
9) Default Class of Service Configuration:
r) Start servers after configuration yes
s) Save config to file
x) Expand menu
q) Quit

Address unconfigured (**) items (? – help) 2

Ldap configuration

1) Status: Enabled
2) Create Domain: yes
3) Domain to create: mail.fery.ok
4) Ldap Root password: set
5) Ldap Replication password: set
6) Ldap Postfix password: set
7) Ldap Amavis password: set

Select, or ‘r’ for previous menu [r] 4

Password for ldap root user (min 6 characters): [BhkX4GgC] efrizal

Ldap configuration

1) Status: Enabled
2) Create Domain: yes
3) Domain to create: mail.fery.ok
4) Ldap Root password: set
5) Ldap Replication password: set
6) Ldap Postfix password: set
7) Ldap Amavis password: set

Select, or ‘r’ for previous menu [r] r

Main menu

1) Common Configuration:
2) zimbra-ldap: Enabled
3) zimbra-store: Enabled
+Create Admin User: yes
+Admin user to create: admin@mail.fery.ok
******* +Admin Password UNSET
+Enable automated spam training: yes
+Spam training user: spam.6eouecv4v@mail.fery.ok
+Non-spam(Ham) training user: ham.pgtphpxkav@mail.fery.ok
+Global Documents Account: wiki@mail.fery.ok
+SMTP host: mail.fery.ok
+Web server HTTP port: 80
+Web server HTTPS port: 443
+Web server mode: http
+IMAP server port: 7143
+IMAP server SSL port: 7993
+POP server port: 7110
+POP server SSL port: 7995
+Use spell check server: yes
+Spell server URL: http://mail.fery.ok:7780/aspell.php

4) zimbra-mta: Enabled
5) zimbra-snmp: Enabled
6) zimbra-logger: Enabled
7) zimbra-spell: Enabled
8) zimbra-proxy: Enabled
9) Default Class of Service Configuration:
r) Start servers after configuration yes
s) Save config to file
x) Expand menu
q) Quit

Address unconfigured (**) items (? – help) 3

Store configuration

1) Status: Enabled
2) Create Admin User: yes
3) Admin user to create: admin@mail.fery.ok
** 4) Admin Password UNSET
5) Enable automated spam training: yes
6) Spam training user: spam.6eouecv4v@mail.fery.ok
7) Non-spam(Ham) training user: ham.pgtphpxkav@mail.fery.ok
8) Global Documents Account: wiki@mail.fery.ok
9) SMTP host: mail.fery.ok
10) Web server HTTP port: 80
11) Web server HTTPS port: 443
12) Web server mode: http
13) IMAP server port: 7143
14) IMAP server SSL port: 7993
15) POP server port: 7110
16) POP server SSL port: 7995
17) Use spell check server: yes
18) Spell server URL: http://mail.fery.ok:7780/aspell.php

Select, or ‘r’ for previous menu [r] 4

Password for admin@mail.fery.ok (min 6 characters): [W0bGKtcG_d] efrizal

Store configuration

1) Status: Enabled
2) Create Admin User: yes
3) Admin user to create: admin@mail.fery.ok
4) Admin Password set
5) Enable automated spam training: yes
6) Spam training user: spam.6eouecv4v@mail.fery.ok
7) Non-spam(Ham) training user: ham.pgtphpxkav@mail.fery.ok
8) Global Documents Account: wiki@mail.fery.ok
9) SMTP host: mail.fery.ok
10) Web server HTTP port: 80
11) Web server HTTPS port: 443
12) Web server mode: http
13) IMAP server port: 7143
14) IMAP server SSL port: 7993
15) POP server port: 7110
16) POP server SSL port: 7995
17) Use spell check server: yes
18) Spell server URL: http://mail.fery.ok:7780/aspell.php

Select, or ‘r’ for previous menu [r] 6

Spam training user: [spam.6eouecv4v@mail.fery.ok] spam@mail.fery.ok

Store configuration

1) Status: Enabled
2) Create Admin User: yes
3) Admin user to create: admin@mail.fery.ok
4) Admin Password set
5) Enable automated spam training: yes
6) Spam training user: spam@mail.fery.ok
7) Non-spam(Ham) training user: ham.pgtphpxkav@mail.fery.ok
8) Global Documents Account: wiki@mail.fery.ok
9) SMTP host: mail.fery.ok
10) Web server HTTP port: 80
11) Web server HTTPS port: 443
12) Web server mode: http
13) IMAP server port: 7143
14) IMAP server SSL port: 7993
15) POP server port: 7110
16) POP server SSL port: 7995
17) Use spell check server: yes
18) Spell server URL: http://mail.fery.ok:7780/aspell.php

Select, or ‘r’ for previous menu [r] 7

Ham training user: [ham.pgtphpxkav@mail.fery.ok] nospam@mail.fery.ok

Store configuration

1) Status: Enabled
2) Create Admin User: yes
3) Admin user to create: admin@mail.fery.ok
4) Admin Password set
5) Enable automated spam training: yes
6) Spam training user: spam@mail.fery.ok
7) Non-spam(Ham) training user: nospam@mail.fery.ok
8) Global Documents Account: wiki@mail.fery.ok
9) SMTP host: mail.fery.ok
10) Web server HTTP port: 80
11) Web server HTTPS port: 443
12) Web server mode: http
13) IMAP server port: 7143
14) IMAP server SSL port: 7993
15) POP server port: 7110
16) POP server SSL port: 7995
17) Use spell check server: yes
18) Spell server URL: http://mail.fery.ok:7780/aspell.php

Select, or ‘r’ for previous menu [r] r

Main menu

1) Common Configuration:
2) zimbra-ldap: Enabled
3) zimbra-store: Enabled
4) zimbra-mta: Enabled
5) zimbra-snmp: Enabled
6) zimbra-logger: Enabled
7) zimbra-spell: Enabled
8) zimbra-proxy: Enabled
9) Default Class of Service Configuration:
r) Start servers after configuration yes
s) Save config to file
x) Expand menu
q) Quit

*** CONFIGURATION COMPLETE – press ‘a’ to apply
Select from menu, or press ‘a’ to apply config (? – help) a
Save configuration data to a file? [Yes]
Save config in file: [/opt/zimbra/config.26708]
Saving config in /opt/zimbra/config.26708…done.
The system will be modified – continue? [No] yes
Operations logged to /tmp/zmsetup.11112008-110005.log
Setting local config values…done.
Setting up CA…done.
Creating SSL certificate…done.
Initializing ldap…done.
Setting replication password…done.
Setting Postfix password…done.
Setting amavis password…done.
Deploying CA to /opt/zimbra/conf/ca …done.
Creating server entry for mail.fery.ok…done.
Setting spell check URL…done.
Setting service ports on mail.fery.ok…done.
Adding mail.fery.ok to zimbraMailHostPool in default COS…done.
Installing skins…
bare
lavender
steel
sky
sand
beach
waves
yahoo
lemongrass
hotrod
bones
done.
Setting zimbraFeatureIMEnabled=FALSE…done.
Setting zimbraFeatureTasksEnabled=TRUE…done.
Setting zimbraFeatureBriefcasesEnabled=TRUE…done.
Setting zimbraFeatureNotebookEnabled=TRUE…done.
Setting MTA auth host…done.
Setting TimeZone Preference…done.
Creating domain mail.fery.ok…done.
Creating user admin@mail.fery.ok…done.
Creating postmaster alias…done.
Creating user wiki@mail.fery.ok…done.
Creating user spam@mail.fery.ok…done.
Creating user nospam@mail.fery.ok…done.
Setting spam training accounts…done.
Initializing store sql database…done.
Setting zimbraSmtpHostname for mail.fery.ok…done.
Initializing logger sql database…done.
Initializing mta config…done.
Configuring SNMP…done.
Setting services on mail.fery.ok…done.
Setting up zimbra crontab…done.
Setting up syslog.conf…done.

You have the option of notifying Zimbra of your installation.
This helps us to track the uptake of the Zimbra Collaboration Suite.
The only information that will be transmitted is:
The VERSION of zcs installed (5.0.2_GA_1975_CentOS5)
The ADMIN EMAIL ADDRESS created (admin@mail.fery.ok)

Notify Zimbra of your installation? [Yes]
Notifying Zimbra of installation via http://www.zimbra.com/cgi-bin/notify.cgi?VER=5.0.2_GA_1975_CentOS5&MAIL=admin@mail.fery.ok

Notification complete
Starting servers…done.
Checking for deprecated zimlets…done.
Installing zimlets…
com_zimbra_local
com_zimbra_email
com_zimbra_search
com_zimbra_url
com_zimbra_cert_manager
com_zimbra_date
com_zimbra_phone
done.
Initializing Documents…done.
Restarting mailboxd…done.

Moving /tmp/zmsetup.11112008-110005.log to /opt/zimbra/log
Configuration complete – press return to exit
[root@mail zcs-5.0.2_GA_1975.RHEL5.20080130221917]#

Hasil instalasi zimbra akan membentuk sebuah direktori /opt/zimbra, yang berisi file konfigurasi dan perintah.
Untuk cek hasil instalasi zimbra apa sudah semua paketnya berjalan. Silahjan coba perintah berikut.
zimbra@efrizal-laptop:~$ zmcontrol status
Host mail.fery.ok
antispam Running
antivirus Running
imapproxy Running
ldap Running
logger Running
mailbox Running
mta Running
snmp Running
spell Running
stats Running

zimbra@myhost ~]$ zmcontrol start
Host myhost.example.com
Starting ldap…Done.
Starting antispam…Done.
Starting antivirus…Done.
Starting logger…Done.
Starting mailbox…Done.
Starting mta…Done.
Starting snmp…Done.
Starting spell…Done.
Stopping Servers
zmcontrol stop
[zimbra@myhost ~]$ zmcontrol stop
Host myhost.example.com
Stopping antispam…Done
Stopping antivirus…Done
Stopping ldap…Done
Stopping logger…Done
Stopping mailbox…Done
Stopping mta…Done
Stopping snmp…Done
Stopping spell…Done
Administrasi Zimbra Web Interface

Setelah instalasi berjalan dengan baik, maka kita bisa mulai melakukan administrasi sitem . Zimbra terdiri dari dua web interface, web interface administrator dan web interface user . Alamat URL web interface administrator mengunakan protokol SSL (https) dengan port 7071. Untuk browser direkomdasikan mengunakan browser firefox, karena firefox bisa menampilkan menu-menu tampilan Zimbra secara sempurna.
Silahkan buka browser untuk memuka web interface administrator dan ketikan URL https://hostname-server-zimbra:7071/zimbraAdmin atau https://ip-address-server-zimbra:7071/zimbraAdmin. Jika kita sudah membuat DNS sebelumnya contoh mail.fery.ok maka ketikan URL berikut https://mail.fery.ok:7071/zimbraAdmin.


User Web Interface

Menampilkan Web interface untuk user ketikan url berikut pada browse http://domain.com atau http://ipaddress contoh http://mail.fery.com .
Setelah window login keluar masukan alamat email anda dan password yang sudah dibuat sebelumnya.

DEPHUT dan Wako Jakpus

Posted: 24th November 2009 by efrizal in 1
Tags:
Comments Off

Bulan ini training untuk dua institusi , minggu pertama untuk DEPHUT yang training linux fundamental buntu. Sedang untuk wako Jakpus taining dari basic sampai network administration dan Networking, distro yang difunakan REDHAT Enterprise.