OpenVZ
OpenVZ adalah sebuah otomasi server lengkap dan solusi virtualisasi yang dikembangkan oleh Swsoft. OpenVZ menciptakan berbagai Virtual Private Server (VPSs) yang terisolasi pada satu server fisik, berbagi perangkat keras dan manajemen pengunaa dengan efisiensi maksimum. Setiap VPSs melakukan dan mengeksekusi persis seperti yang server yang berdiri sendiri, untuk para pengguna dan aplikasi dapat reboot independen dan memiliki akses root, user, alamat IP, memori, proses, file, aplikasi, sistem perpustakaan, dan file konfigurasi. Kelebihan dari desain efisien OpenVZ membuatnya menjadi virtualisasi pilihan yang tepat untuk server produksi dengan live aplikasi dan live data .
Kemampuan VPS OpenVZ adalah:
Dynamic Real-time Partitioning – Partisi sebuah server fisik ke puluhan VPS, masing-masing denganfungsi server penuh.
Resource Management – Menetapkan dan mengontrol sumber daya dan parameter VPSserta kembali mengalokasikan sumber daya secara real-time.
Mass Management – Mengatur banyak server fisik dan Virtual Private Server dalam
satu cara.
OpenVZ memberikan solusi yang komprehensif untuk Hosting Service Provider yang memungkinkan mereka untuk:
Memiliki ratusan pelanggan dengan masing-masing fitur lengkap virtual private server
(Virtual Private Server) berbagi satu server fisik.
Memberikan setiap pelanggan dengan jaminan Quality of Service.
Transparan memindahkan pelanggan dan lingkungan mereka antara server, tanpa
konfigurasi manual ulang.
Jika Anda mengelola sejumlah dedicated server Linux dalam suatu perusahaan, yang masing-masing berjalan layanan tertentu, Anda dapat menggunakan OpenVZ untuk mengkonsolidasikan semua server ini ke satu komputer tanpa kehilangan sedikit informasi berharga dan tanpa mengurangi performa. Virtual Private Server berperilaku seperti server yang berdiri sendiri dimana :
Setiap VPS memiliki proses sendiri, pengguna, file dan menyediakan akses shell penuh untuk root.
Setiap VPS memiliki alamat IP sendiri, nomor port, penyaringan dan aturan routing sendiri.
Setiap VPS dapat memiliki konfigurasi sendiri untuk sistem beserta aplikasperangkat lunak sendiri, dan versi sendiri sistem terhadap perpustakaan. Dimungkinkan untuk menginstal atau menyesuaikan perangkat lunak paket di dalam VPS independen dari VPS lain atau sistem host. Multiple distribusi dari sebuah paket dapat dijalankan sendiri atau pada linux yang sama.
2.1 Memahami Template OpenVZ
Template OS di OpenVZ pada dasarnya merupakan kumpulan paket dari beberapa distribusi Linux yang digunakan untuk mengisi satu atau lebih VPS. Dengan OpenVZ, distribusi yang berbeda dapat bersama-sama ada di satu hardware, sehingga beberapa OS template yang tersedia. Template OS terdiri dari sistem program, perpustakaan, dan skrip yang dibutuhkan untuk boot dan menjalankan sistem (VPS), serta beberapa sangat dasar dan utilitas aplikasi. Aplikasi seperti compiler dan SQL server biasanya tidak dimasukkan ke dalam template OS.
Metadata
Template metadata adalah informasi tentang template OS tertentu. Berisi:
Daftar paket-paket yang disertakan dalam template ini (dalam bentuk nama-nama paket).
Lokasi (jaringan) paket repositori.
Distribusi skrip harus dijalankan pada berbagai tahap template instalasi.
Kunci GPG publik (s) yang diperlukan untuk memeriksa tanda tangan paket.
Semua informasi ini terkandung dalam beberapa file yang diinstal ke dalam /vz/template/OSname / OSrelease/config/ direktori.
Template metadata menyediakan informasi yang cukup untuk menbuat sebuah OS template. Selama OS proses pembuatan template, file paket yang diperlukan di-download dari repositori jaringan ke
hardware dan diinstal ke VPS sementara, yang kemudian dikemas ke dalam gzip atau tarbal disebut cache template.
Template cache digunakan pada dasarnya untuk mempercepat proses VPS pada saat pra-pembuatan VPS, sehingga semua yang diperlukan untuk membuat VPS terdapat pada file ini. File cache template disimpan dalam /vz/template/ cache/direktori.
2.2 Instalasi OpenVZ
Standar pengunaan hardware untuk intalasi OpenVZ:
Intel Celeron, Pentium II, Pentium III, Pentium 4, Intel Xeon, atau AMD Athlon.
Setidaknya 128 MB RAM.
Space Hard disk minimal 4 G.
Kartu jaringan .
Untuk instalasi disarankan anda membuat tiga partisi yaitu / ,swap dan /vz. Perhatikan gambar berikut:
Selanjutnya akan di tampilkan, partisi yang kan anda bagi. Silahkan pilih new partition lalu pilih file system yang digunakan. Pada bagian file system disarankan anda mengunakan file system ext3. Kemudian anda tentukan besar space partisi yang akan dialokasikan. Sehingga hasilnya akan tampak seperti gambar berikut:
Kemudian lanjutkan instalasi seperti instalasi biasa yang anda lakukan untuk distro centos. Setelah instalasi selesai sekarang kita perlu mendownload aplikasi yang mendukung virual private server OpenVZ.
Cara pertama anda bisa mendownload paket-paket OpenVZ dengan merubah repository distro anda. Ganti repositori yang ada dengan repositori baru, anda bisa memilih sesuai dengan distro yang digunakan ataupun sekaligus anda letakan di repositori:
[openvz-utils]
name=OpenVZ utilities
#baseurl=http://download.openvz.org/current/
mirrorlist=http://download.openvz.org/mirrors-current
enabled=1
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ
# In addition to openvz-utils repo, you have to enable one the the
# kernel repositories below. In the stock config, openvz-kernel-rhel5
# is enabled; you might want to change this.
[openvz-kernel-2.6.27]
name=OpenVZ 2.6.27 kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/2.6.27/current
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-2.6.27
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ
[openvz-kernel-2.6.26]
name=OpenVZ 2.6.26 kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/2.6.26/current
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-2.6.26
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ
[openvz-kernel-2.6.24]
name=OpenVZ 2.6.24 kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/2.6.24/current
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-2.6.24
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ
[openvz-kernel-2.6.22]
name=OpenVZ 2.6.22 kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/2.6.22/current
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-2.6.22
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ
[openvz-kernel-2.6.20]
name=OpenVZ 2.6.20 kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/2.6.20/current
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-2.6.20
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ
[openvz-kernel-rhel5]
name=OpenVZ RHEL5-based kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/rhel5-2.6.18/current/
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-rhel5-2.6.18
enabled=1
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ
[openvz-kernel-2.6.18]
name=OpenVZ 2.6.18 kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/2.6.18/current
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-2.6.18
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ
[openvz-kernel-2.6.16]
name=OpenVZ 2.6.16 kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/2.6.16/current
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-2.6.16
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ
[openvz-kernel-rhel4]
name=OpenVZ RHEL4-based kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/rhel4-2.6.9/current/
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-rhel4-2.6.9
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ
[openvz-kernel-2.6.8]
name=OpenVZ 2.6.8 kernel
#baseurl=http://download.openvz.org/kernel/branches/2.6.8/current
mirrorlist=http://download.openvz.org/kernel/mirrors-2.6.8
enabled=0
gpgcheck=1
gpgkey=http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ
Jika ingin mendownload paket rpm atau tarbal ke situs dari http://openvz.org/download/kernel/. Anda hanya perlu satu kernel RPM, jadi silakan memilih
biner kernel yang sesuai, tergantung pada hardware anda:
Jika ada lebih dari satu CPU tersedia pada Node Hardware Anda ,pilih vzkernel-smp RPM.
Jika ada lebih dari 4 Gb RAM yang tersedia, pilih vzkernel-enterprise RPM.
Jika tidak, pilih kernel Uniprocessor RPM (vzkernel-version).
Berikutnya, Anda akan menginstal RPM kernel pilihan anda dengan melakukan perintah berikut:
# rpm-ihv ovzkernel-2.6.18-164.el5.028stabl066.10.i686.rpm
Konfigurasi Bootloader
Apabila Anda menggunakan loader GRUB, maka grub anda akan dikonfigurasi secara otomatis. Anda sebaiknya anda yakinkan bahwa baris berikut terdapat pada / boot / grub / grub.conf :
title CentOS (2.6.18-164.2.1.el5.028stab066.10)
root (hd0,1)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.18-164.2.1.el5.028stab066.10 ro root=LABEL=/ rhgb quiet
Sebaiknya anda rubah titile menjadi:
title OpenVZ CentOS (2.6.18-164.2.1.el5.028stab066.10)
root (hd0,1)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.18-164.2.1.el5.028stab066.10 ro root=LABEL=/ rhgb quiet
Ada beberapa batasan kernel yang ditetapkan untuk OpenVZ untuk bekerja dengan benar. Parametersysctl OpenVZ terletetak di /etc/sysctl.conf. Berikut adalah isi file yang harus digunakan pada /etc/sysctl.conf:
net.ipv4.ip_forward = 1
net.ipv4.conf.default.proxy_arp = 0
net.ipv4.conf.all.rp_filter = 1
kernel.sysrq = 1
net.ipv4.conf.default.send_redirects = 1
net.ipv4.conf.all.send_redirects = 0
Setelah file /etc/sysctl.conf di edit, untuk mengkatifkan konfigurasi baru tersebut lakukan perintah berikut:
#sysclt -p
Maka hasil konfigurasi akan ditampilkan, cek kalau ada yang salah. Alternatif lain untuk bisa mengaktifkan konfigurasi sysctl adalah dengan melakukan boot ulang komputer anda.
Pastikan kalau ip forward tidak salah, untuk bisa meneruskan paket-paket yang berasal dari Virtual Private Server.
Untuk memulai mengaktifkan OpenVZ anda harus boot ulang komputer anda, lalu pilih bootloader OpenVZ yang telah diedit sebelumnya.
Langkah berikut adalah penting jika alamat IP dari mesin virtual Anda berasal dari subnet yang berbeda dari sistem host alamat IP. Jika Anda tidak melakukan hal ini, jaringan tidak akan bekerja dalam mesin virtual
[root@localhost ~]# vi /etc/vz/vz.conf
# Controls which interfaces to send ARP requests and modify APR tables on.
#NEIGHBOUR_DEVS=detect (dirubah menjadi all)
NEIGHBOUR_DEVS=all
SELinux perlu dinonaktifkan jika Anda ingin menggunakan OpenVZ. Buka /etc/sysconfig/selinux dan mengatur nilai SELinux untuk dinonaktifkan:
# This file controls the state of SELinux on the system.
# SELINUX= can take one of these three values:
# enforcing – SELinux security policy is enforced.
# permissive – SELinux prints warnings instead of enforcing.
# disabled – SELinux is fully disabled.
SELINUX=disabled
# SELINUXTYPE= type of policy in use. Possible values are:
# targeted – Only targeted network daemons are protected.
# strict – Full SELinux protection.
SELINUXTYPE=targeted
Download paket-paket pendukung OpenVZ
Setelah anda berhasil menginstal dan boot yang OpenVZ kernel, anda dapat melanjutkan dengan
instal paket-paket untuk OpenVZ. Berikut paket-paket yang harus anda install:
vzctl: paket ini digunakan untuk melakukan beberapa tugas yang berbeda pada Virtual Private OpenVZ Server, seperti create,install, destroy, start, stop, set parameter dll.
vzquota: paket ini digunakan untuk mengelola VPS kuota.
vzpkg: paket ini digunakan untuk bekerja dengan OpenVZ template.
Anda dapat men-download binari RPM yang sesuai dari http://openvz.org/download/utils/.
Pada langkah berikutnya, Anda harus menginstal utilitas ini dengan menggunakan perintah berikut:
# rpm -Uhv vzctl*.rpm vzquota *. rpm rpm vzpkg
Selama instalasi paket, Anda mungkin disajikan dengan pesan yang mengatakan bahwa
rpm ini terdapat dependensi untuk menyelesaikan instalasi anda. Dalam kasus ini Anda harus mengatasi dependensi ini pertama dan kemudian ulangi instalasi.
Sekarang Anda bisa menjalankan OpenVZ. Untuk itu, jalankan perintah berikut:
# /etc/init.d/vz start
Ini akan memuat semua modul-modul kernel yang diperlukan OpenVZ. Sewaktu reboot, script ini akan dijalankan secara otomatis.
Instalasi OS Template
Template adalah kumpulan file paket yang akan diinstal ke dalam VPS. Sistem operasi template yang digunakan untuk membuat Virtual Private Server baru dengan pra-instalalasi sistem operasi.
Oleh karena itu, Anda dapat men-download minimal satu OS template dari http://openvz.org/download/template/ dan menginstalnya.
OS template metadata yang berisi informasi yang dibutuhkan untuk membuat template cache. Anda harus menentukan sebuah OS template pada pembuatan VPS, jadi Anda perlu menginstal metadata untuk setidaknya satu Mempersiapkan OS template dan template cache.
Anda dapat membuat VPS area pribadi dengan melakukan perintah vzctl. Area pribadi adalah direktori yang berisi file pribadi VPS yang diberikan. Area pribadi di-mount ke direktori /vz/roo/vpsid/. VPS menyediakan pengguna dengan sistem berkas Linux lengkap dengan sistem hirarkinya.
Perintah vzctl membuat yang hanya memerlukan VPS ID dan nama template sebagai OS argumen, namun untuk menghindari pengaturan semua parameter kontrol sumber daya VPS setelah menciptakan area pribadi, Anda dapat menentukan contoh konfigurasi yang akan digunakan untuk Virtual baru Anda Private Server. Contoh file konfigurasi yang berada di direktori /etc/sysconfig/vz-script dan memiliki nama dengan alias berikut: ve-config_name.conf-sampel. Yang paling umum digunakan sampel adalah vps.basic.conf-sample.
Sebelum instalasi template kalau anda download dalam bentuk tarbal, anda harus kopikan dulu file tersebut ke direktori /vz/template/cache.
Untuk membuat VPS baru dengan area pribadi lakukan perintah berikut:
#vzctl create 102 –ostemplate centos-5-i386-default –config vps.basic
Creating container private area (centos-5-i386-default)
Performing postcreate actions
Container private area was created
Hasil dari perintah diatas, OpenVZ akan membuat Virtual Private Server dengan ID 102, area pribadi berdasarkan template centos-5-i386-default, dan parameter konfigurasi yang diambil dari konfigurasi file ve-vps.basic.conf-file
Jika Anda tidak menentukan sebuah OS template maupun contoh konfigurasi, vzctl akan mencoba untuk mengambil nilai-nilai dari OpenVZ global file konfigurasi /etc/init.d /vz. Sehingga anda
dapat mengatur nilai default pada file ini
DEF_OSTEMPLATE = “centos-5-i386-default”
CONFIGFILE = “vps.basic”
2.3 Konfigurasi Virtual Private Server OpenVZ
Konfigurasi Virtual Private Server terdiri dari bagian:
Setting Virtual Private Server startup parameters.
Virtual Private Server Setting parameter jaringan.
Virtual Private Server Setting password user.
Konfigurasi Quality of Service (Service Level) parameter.
Untuk melakukan konfigurasi semua itu, bisa dengan mengunakan perintah vzctl. Menggunakan perintah ini untuk menetapkan VPS startup parameter, parameter jaringan, dan password pengguna.
Setting Startup Parameter
opsi dari perintah vzctl berikut VPS startup menentukan parameter onboot dan kemampuan. Untuk membuat Virtual Private Server secara otomatis boot pada 102 Hardware Node startup, dengan melakukan perintah berikut:
[root@localhost cache]# vzctl set 102 –onboot yes –save
Saved parameters for CT 102
Setting Parameter Jaringan
Agar dapat diakses dari jaringan, Virtual Private Server akan diberi dengan Alamat IP dan nama host, alamat server DNS juga harus dikonfigurasi. Perintah di bawah ini menggambarkan pengaturan Virtual Private Server parameter jaringan 102
[root@localhost cache]# vzctl set 102 –hostname efrizal.com –save
Saved parameters for CT 102
Perintah ini akan menetapkan VPS 102 dengan nama host efrizal.com dan menyimpan ke
parameter file konfigurasi VPS.
[root@localhost cache]# vzctl set 102 –ipadd 192.168.0.102 –save
Saved parameters for CT 102
Perintah ini menetapakan VPS 102 dengan ip address 192.168.0.102 dan menyimpanya ke parameter file konfigurasi VPS.
[root@localhost cache]# vzctl set 102 –nameserver 202.134.0.155 –save
File resolv.conf was modified
Saved parameters for VPS 102
Perintah ini menetapkan VPS 102 dengan nameserver 202.134.0.155, kemudian di simpan ke parameter file konfigurasi VPS.
Secara default, semua pada Node VPS terhubung antara mereka sendiri dan dengan Node oleh
cara adapter jaringan virtual yang disebut venet0. Namun, ada kemungkinan untuk VPS untuk
langsung mengakses adapter jaringan fisik (misalnya, eth1). Dalam hal ini adaptor
menjadi tidak dapat diakses oleh Node Hardware itu sendiri. Hal ini dilakukan dengan bantuan dari vzctl perintahnya:
root@localhost cache]# vzctl set 101 –netdev_add eth1 –save
Add network device: eth1
Saved parameters for VPS 101
Jika ingin mengunakan protokol ssh, anda harus memeriksa apakah SSH sedang berjalan di dalam Virtual Private Server, gunakan vzctl exec, yang mengizinkan eksekusi setiap perintah dalam Virtual Private Server.
[root@localhost cache]# vzctl start 102
Starting container …
Container is mounted
Adding IP address(es): 192.168.0.102
Setting CPU units: 1000
Configure meminfo: 65536
Set hostname: efrizal.com
File resolv.conf was modified
Container start in progress…
[root@localhost cache]# vzctl exec 102 service sshd start
Starting sshd: [ OK ]
[root@localhost cache]# vzctl exec 102 service sshd status
sshd (pid 14313) is running…
Setting root Password untuk VPS
Secara default, account root terkunci dalam VPS yang baru dibuat, dan Anda tidak dapat login ke VPS, untuk itu perlu membuat sebuah akun di dalam Virtual Private Server dan menetapkan sandi untuk account ini atau membuka account root. Cara termudah untuk melakukannya adalah dengan menjalankan perintah:
[root@localhost cache]# vzctl exec 102 passwd
New UNIX password: efrizal
BAD PASSWORD: it is based on a dictionary word
Retype new UNIX password: efrizal
Changing password for user root.
passwd: all authentication tokens updated successfully.
Jika ingin langsung mendefeniskan password dalam satu perintah bisa dengan mengunakan perintah
[root@localhost cache]# vzctl set 102 –userpasswd root:efrizal
Changing password for user root.
Dalam contoh ini, kita tetapkan password root untuk VPS 102 adalah “efrizal”, dan Anda dapat log in ke Virtual Private Server via SSH sebagai root dan melaksanakan itu dengan cara yang sama seperti Anda mengelola sebuah Linux standalone komputer, seperti menginstal software tambahan, membuat tambahkan pengguna, mengatur layanan, dan seterusnya.
Password akan diatur di dalam VPS di /etc/ shadow file dalam bentuk terenkripsi dan tidak akan disimpan dalam file konfigurasi VPS. Oleh karena itu, jika Anda lupa password, Anda telah
mengatur ulang headset. Perhatikan bahwa –userpasswd adalah pilihan dari perintah set vzctl.
Meskipun Anda dapat membuat user dan set password untuk mereka menggunakan vzctl exec atau vzctl menetapkan perintah, disarankan bahwa manajemen pengguna Anda mendelegasikan ke administrator Virtual Private Server.
Untuk melihat apakah VPS 102 sudah berjalan atau tidak kita bisa melihat dengan mengunakan perintah vzctl.
[root@localhost cache]# vzctl status 102
CTID 102 exist mounted running
Cara lain untuk mendapatkan status VPS memeriksa /proc/vz/veinfo file. File ini terdapat daftar semua Virtual Private Server sedang berjalan di Hardware Node. Setiap baris menampilkanVirtual Private Server yang berjalan di contoh:
[root@localhost cache]# cat /proc/vz/veinfo
102 0 17 192.168.0.102
101 0 17 192.168.0.101
0 0 151
Output ini menunjukkan bahwa VPS 102 berjalan, dan ada 20 proses yang berjalan di dalam VPS, dan alamat IP-nya 192.168.0.102. Perhatikan bahwa kolom kedua adalah reserved, itu tidak memiliki arti khusus dan harus selalu menjadi nol. Baris terakhir pada output diatas dengan ID 0, yang merupakan hardware node itu sendiri
Jika dalam keadaan normal VPS akan mati dalam beberapa detik, dengan mengunakanlah perintah:
[root@localhost cache]# vzctl stop 102
Stopping container …
Container was stopped
Container is unmounted
Perintah vzctl memiliki waktu dua menit untuk meng-eksekusi script agar VPS mati. Jika tidak VPS mati dalam dua menit, sistem secara paksa membunuh semua proses dalam Virtual Private Server.
Untuk Menghindari kerusakan sistem pada saat menunggu selama dua menit tersebut. Anda bisa mengunakan perintah berikut, sebelumnya pastikan perintah ini hanya digunakan bila VPS tidak mati dalam waktu dua menit:
[root@localhost cache]# vzctl stop 102 –fast
Stopping container …
Container was stopped
Container is unmounted
Sebagai seorang administrator kita mungkin harus memonitor VPS untuk mendapatkan gambaran tentang Virtual Private Server yang ada sedang berjalan.Untuk mendapatkan informasi tambahan tentang alamat IP, nama host, sumber daya yang digunakan, dll. Anda dapat mengunakan perintah berikut:
[root@localhost ~]# vzlist -a
CTID NPROC STATUS IP_ADDR HOSTNAME
101 17 running 192.168.0.101 efrizal.com
102 20 running 192.168.0.102 fayyad.com
103 – stopped 192.168.0.103 irfanathallah.com
Jika ingin melihat informasi VPS tentang batas dan soft limit masing-masing ID bisa dengan mengunakan perintah
[root@localhost ~]# vzlist -o veid,diskinodes.s -s diskinodes.s
CTID DQINODES.S
102 200000
101 200000
2.4 Mengelola Kuota Disk pada Virtual Private Server OpenVZ
Kuota disk memungkinkan administrator sistem untuk mengontrol ukuran sistem berkas Linux dengan membatasi jumlah ruang disk dan jumlah inodes Virtual Private Server dapat digunakan.
Kuota disk ini dikenal sebagai per-VPS kuota atau tingkat pertama kuota di OpenVZ. Selain itu, OpenVZ memungkinkan Virtual Private Sever administrator untuk membatasi ruang disk dan jumlah inodes bagi pengguna individu dan kelompok dalam VPS dapat digunakan. Kuota ini disebut per-user dan per-grup kuota atau tingkat kedua kuota di OpenVZ.
OpenVZ selalu mengunakan statistik kuota dan batasannya ada di file / var / vzquota / quota.vpsid -a file kuota khusus. File quota memiliki bendera khusus menunjukkan apakah file adalah bermasalah.
File yang bemasalah ketika isinya menjadi tidak konsisten dengan penggunaan VPS nyata. Ini berarti bahwa ketika disk inodes penggunaan ruang atau perubahan selama operasi VPS, statistik ini tidak secara otomatis disinkronisasi dengan kuota file, maka file akan mendapatkan tanda .
Bagaimana mendefinisikan parameter kuota disk, untuk melakukan operasi yang berhubungan dengan kuota disk, lakukan langkah berikut
Menyalakan dan off per-VPS (tingkat pertama) kuota disk.
Mengatur tingkat pertama kuota disk parameter untuk Virtual Private Server.
Menyalakan dan off per-user dan per-kelompok (tingkat kedua) di dalam kuota disk Virtual Private Server
Setting up tingkat kedua quota untuk user atau untuk kelompok.
Memeriksa statistik kuota disk.
Mengaktif dan Nonaktif Per-VPS kuota disk.
Parameter yang menentukan apakah akan menggunakan tingkat pertama adalah DISK_QUOTA dalam OpenVZ file konfigurasi standar ada di /etc/sysconfig/vz. Dengan mengisi parameter dengan “no”akan mengnonaktifkan kuota OpenVZ sepenuhnya. Berikut isi filenya:
#vi /etc/sysconfig/vz
## Disk quota parameters
DISK_QUOTA=yes
VZFASTBOOT=no
Parameter ini dapat ditetapkan dalam Virtual Private Server file konfigurasi /etc/sysconfig/vz-sripts/vpsid.conf. Isi filenya:
[root@localhost ~]# vi /etc/sysconfig/vz-scripts/101.conf
# Disk quota parameters (in form of softlimit:hardlimit)
DISKSPACE=”1048576:1153024″
DISKINODES=”200000:220000″
QUOTATIME=”0″
Setelah setingan kuota anda seting dengan yes, maka bisa kita lakukan pemberian kuota untuk masing ID. Lakukan perintah di bawah ini
[root@localhost ~]# vzctl set 101 –diskspace 1000000:1100000 –save
Saved parameters for CT 101
[root@localhost ~]# vzctl set 101 –diskinodes 90000:91000 –save
Saved parameters for CT 101
[root@localhost ~]# vzctl exec –quotatime 600 –save
Bad CT ID –quotatime
Untuk melihat hasil pemberian kuota pada ID 101 lakukan perintah berikut :
[root@localhost ~]# vzctl exec 101 df
Filesystem 1K-blocks Used Available Use% Mounted on
/dev/simfs 1000000 352708 647292 36% /
[root@localhost ~]# vzctl exec 101 stat -f /
File: “/”
ID: 0 Namelen: 255 Type: ext2/ext3
Block size: 4096 Fundamental block size: 4096
Blocks: Total: 250000 Free: 161823 Available: 161823
Inodes: Total: 90000 Free: 69967
[root@localhost ~]#
mengaktifkan (On) dan Off pada tingkat-kedua Kuota untuk Virtual Private Server
Parameter yang mengendalikan tingkat kedua kuota disk di VPS adalah file konfigurasi QUOTAUGIDLIMIT. Secara default, nilai dari parameter ini adalah nol dan ini sesuai dengan
per-user/group dinonaktifkan kuota.
Jika Anda memberikan nilai bukan nol ke parameter QUOTAUGIDLIMIT, tindakan ini membawa
dua hasil sebagai berikut:
1.Per-user dan per-grup kuota disk diaktifkan untuk Virtual Private Server.
2.Nilai yang Anda tetapkan untuk parameter ini akan menjadi batas untuk jumlah pemilik file
dan kelompok-kelompok VPS ini, termasuk sistem Linux user.
Pemberian Kuota untuk per-user/group perlu dilakukan me-restart Virtual Private Server. Dalam pemberian nilai anda juga perlu harus hati-hati, semakin besar nilai yang anda tetapkan, semakin besar memori kernel Virtual Private Server yang dibuat.
Nilai ini harus lebih besar dari atau sama dengan Jumlah entri di VPS /etc/passwd dan /etc/group file. Misalkan baru dibuat account berbasis VPS memiliki sekitar 80 entri secara total,dan kemungkinan bisa jadi 100. Namun, untuk Virtual Private Server dengan sejumlah besar pengguna dapat nilai ini bisa meningkat.
Untuk bisa melakukan kuota, perlu di cek apakah sudah ada paket aplikasi untuk mendukung kuota, lakukan perintah berikut:
[root@localhost ~]# vzctl exec 101 rpm -q quota
quota-3.13-1.2.3.2.el5
Dari hasil perintah diatas, nampak bahwa paket kuota telah terinstal. Sekarang mari kita lakukan pembuatan kuota tingkat kedua untuk VPS, lakukan perintah berikut.
[root@localhost ~]# vzctl set 101 –quotaugidlimit 100 –save
Setting quota ugidlimit: 100
Saved parameters for CT 101
[root@localhost ~]# vzctl stop 101
Stopping container …
Container was stopped
Container is unmounted
[root@localhost ~]# vzctl start 101
Starting container …
Container is mounted
Adding IP address(es): 192.168.0.101
Setting CPU units: 1000
Configure meminfo: 65536
Set hostname: efrizal.com
Setting quota ugidlimit: 100
Container start in progress…
[root@localhost ~]#
[root@localhost ~]# vzctl enter 101
entered into CT 101
[root@efrizal /]# repquota -a
*** Report for user quotas on device /dev/simfs
Block grace time: 00:00; Inode grace time: 00:00
Block limits File limits
User used soft hard grace used soft hard grace
———————————————————————-
root — 343208 0 0 19962 0 0
smmsp — 8 0 0 2 0 0
apache — 8 0 0 2 0 0
rpm — 9884 0 0 75 0 0
named — 24 0 0 6 0 0
Monitoring Virtual Private Server OpenVZ
monitoring pengunaan memori:
Gambar-4. Gambar pengelolaan memori OpenVZ
[root@localhost ~]# vzmemcheck -v
Output values in %
veid LowMem LowMem RAM MemSwap MemSwap Alloc Alloc Alloc
util commit util util commit util commit limit
101 0.41 5.20 0.64 0.48 5.96 0.94 7.45 14.38
102 0.40 5.20 0.64 0.48 5.96 0.94 7.45 14.38
————————————————————————-
Summary: 0.82 10.40 1.29 0.96 11.92 1.89 14.89
Monitoring pengunaan sumber daya pada VPS:
[root@localhost ~]# vzctl exec 101 cat /proc/user_beancounters
Version: 2.5
uid resource held maxheld barrier limit failcnt
101: kmemsize 1462125 1828214 11055923 11377049 0
lockedpages 0 0 256 256 0
privvmpages 4578 7102 65536 69632 0
shmpages 45 45 21504 21504 0
dummy 0 0 0 0 0
numproc 18 22 240 240 0
physpages 2144 2758 0 2147483647 0
vmguarpages 0 0 33792 2147483647 0
oomguarpages 2144 2758 26112 2147483647 0
numtcpsock 4 4 360 360 0
numflock 3 4 188 206 0
numpty 0 1 16 16 0
numsiginfo 0 2 256 256 0
tcpsndbuf 35840 0 1720320 2703360 0
tcprcvbuf 65536 0 1720320 2703360 0
othersockbuf 6720 15168 1126080 2097152 0
dgramrcvbuf 0 8384 262144 262144 0
numothersock 8 10 360 360 0
dcachesize 0 0 3409920 3624960 0
numfile 404 517 9312 9312 0
dummy 0 0 0 0 0
dummy 0 0 0 0 0
dummy 0 0 0 0 0
numiptent 10 10 128 128 0
[root@localhost ~]#
Kolom “held “ menampilkan penggunaan sumber daya saat ini, dan kolom maxheld – maksimal
nilai konsumsi sumber daya untuk periode perhitungan terakhir. Arti dari kolum “barrier” dan
“limit” tergantung pada parameter.
2.5 Administasi OpenVZ dengan WebVZ
Jika anda inginlebih mudah untuk mengadministrasi virtual private server, anda bisa mengunakan berbagai aplikasi diantaranya webVZ. Untuk mengaktifkan WebVZ sebagai adminitrasi OpenVZ, kita perlu menginstall aplikasi ruby, rubygems, libsqlite3-ruby, sqlite3, rdoc1.8 dan libopenssl-ruby1.8.
Kemudian lakukan perintah berikut:
#gem update –system
#gem install -v=2.0.2 rails
Aplikasi WebVZ bisa anda download di http://webvz.sourceforge.net/download.html. Setelah anda download kita lanjutkan dengan melakuka extrak aplikasi WebVZ. Lakukan perintah berikut:
#tar -xzvf webvz.2.0.tar.gz
#cd webvz.2.0
#ln -s /var/lib/vz /vz
#ln -s /usr/bin/irb1.8 /usr/bin/irb
#ln -s /etc/sysconfig/vz-script /etc/vz/conf
#ruby script/server
Kemudian buka browser anda, lalu ketikan http://localhost:3000, pastikan webserver sudah berjalan sebelumnya. Atau bisa juga dengan mengetikan http://[ip adrres anda]:3000. Jika berhasil maka akan muncul halaman login WebVz anda masukan user dengan admin dan password dengan admin123. Berikut gambar WebVZ.